Unduh Aplikasi

Banjir Luapan Terjang Kincir Air Gagasan Dandim Abdya

Banjir Luapan Terjang Kincir Air Gagasan Dandim Abdya

ACEH BARAT DAYA - Kincir air berkontruksi kayu dan bambu dengan panjang enam meter yang digagas oleh Dandim Aceh Barat Daya (Abdya) bersama masyarakat dan Muspika Kecamatan Mangeng beberapa waktu lalu dilaporakan dalam kondisi hancur setelah diterjang banjir luapan.

“Banjir luapan yang terjadi dua hari lalu menerjang kincir air tradisional yang digagas oleh Dandim Abdya bersama masyarakat dan Muspika Manggeng hancur,” kata Camat Manggeng Jasman kepada AJNN, Kamis (10/11).

Menurutnya, kincir tersebut dibuat untuk memasok kebutuhan air sawah tadah hujan milik masyarakat di kawasan Gampong Sejahtera dan Pante Cermin, Kecamatan Manggeng.

“Untuk memasok air kesawah masyarakat dikawasan Gampong sejahtera karena disana merupakan sawah tadah hujan,” tutur Jasman.

Katanya, kincir air yang sedang dalam proses penyelesaian akhir di lokasi aliran Krueng Manggeng di Dusun Teupin Batee, Gampong Sejahtera itu sudah hancur diterjang banjir. “Terakhir banjir luapan yang terjadi, Senin malam,” sebut Jasman.

Ia menjelaskan, kincir air dengan garis tengah enam meter itu diseret arus dengan jarak sekitar 100 meter, kemudian tersangkut pada tiang jembatan Teupin Batee dalam kondisi yang sudah hancur.

“Pasca kejadian tersebut Danramil Manggeng dan Babinsa, Camat bersama masyarakat memperbaiki sisa-sisa yang sudah hancur di dasar sungai dengan cara ditarik menggunakan mobil,” jelas Jasman.

Untuk sementara ini sebutnya, bahan-bahan yang masih dapat digunakan sudah dikumpulkan, termasuk roda as tengah untuk segera dibangun lagi kincir untuk yang ketiga kalinya. “Kami anggota Muspika Manggeng, termasuk Babinsa dan petani segera memulai lagi dari nol untuk ketika kalinya,” kata Jasman.

Secara terpisah Wahyudi warga setempat berharap agar kincir Air tersebut kembali bisa beroperasi sebelumnya, sehingga areal persawahan milik petani bisa dialiri air dengan normal kembali.

“Sebenarnya, gagasan membuat kincir air ini sangat bermamaat bagi kami petani, apalagi saat musim kemarau itu memang sudah kebutuhan kami,” ujarnya.

Komentar

Loading...