Unduh Aplikasi

Banjir Kepung Aceh Utara, Seribuan Warga Mulai Mengungsi

Banjir Kepung Aceh Utara, Seribuan Warga Mulai Mengungsi
Banjir kepung puluhan desa di Aceh Utara. Foto: Ist

ACEH UTARA - Hujan deras yang terjadi mulai Rabu (17/10) hingga Kamis (18/10) mengakibatkan puluhan desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Utara terendam banjir. 

Data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara menyebutkan desa terendam banjir di Kecamatan Matangkuli, yaitu Alue Tho, Ceubrek, Pante Pirak, Munye Pirak, Siren, Lawang, Hagu, Meuria, Mee, Tanjong Tengku Ali, Punti Matangkuli, Trieng Teupin Keube, Teupin Keube Parang Sikureung,Leubok, Blang, Tanjung Haji Muda. Desa terendam banjir di Kecamatan Tanah Luas, yaitu  Desa Teupin Mee, Blang, Tanjong Mesjid,  Serba Jaman Baro dan Desa Rayeuk Kuta. 

Salah seorang masyarakat Rahmadsyah, menyebutkan banjir mulai merendam kawasan itu sejak pukul 14.00 WIB. Pasalnya, air krueng (sungai) Peuto dan Keureuto kembali meluap. Bahkan sepanjang bulan Okotober, sudah tiga kali banjir merendam kawasan itu.

“Jalan lintas menghubungkan antar desa di Kecamatan Matangkuli sudah tak bisa dilalui lagi. Ketinggiannya bervariasi antara 50 sentimeter hingga satu meter,” kata Rahmad.

Selain itu, jalan lintas menghubungkan Kecamatan Matangkuli dan Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, tepatnya di Desa Rayeuk Kuta, Kecamatan Tanah Luas, juga terendam banjir setinggi 50 sentimeter.

“Kalau koneksi antar desa, harus pakai rakit sementara waktu ini,” terang Rahmad. 

Sementara itu, Kepala Hubungan Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Teuku Nadirsyah, menyatakan tim terpadu penanggulangan banjir sudah berada di lokasi. 
Secara umum, sepanjang pekan ini banjir merendam sejumlah kabupaten di Aceh diantaranya Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Jaya, Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Barat Daya. Ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga satu setengah meter.

Bahkan, seribuan orang korban banjir dilaporkan mulai mengungsi akibat banjir yang merendam pemukiman penduduk di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara.  Data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, warga mulai mengungsi sejak kemarin.

Gelombang pengungsian terus bertambah seiring tingginya curah hujan serta debit air yang menggenangi pemukiman penduduk dengan ketinggian rata-rata mencapai satu setengah hingga dua meter.

“Kurang lebih ada seribuan orang dari Kecamatan Matangkuli mulai mengungsi. Jumlah tersebut belum bisa kami pastikan, karena daerah itu terparah banjir saat ini,” kata Kepala BPBD Aceh Utara, Munawa.

Ia mengatakan timnya yang saat ini berada di lokasi banjir mulai membantu mengevakuasi masyarakat ke titik pengungsian. Tak hanya itu, banjir juga mulai merendam Kecamatan Tanah Luas, Pirak Timu dan Kecamatan Lhoksukon. 

"Informasi ada beberapa desa di kecamatan lain juga saat ini mulai mengungsi. Namun laporan detailnya belum kami peroleh," jelasnya.

Sementara itu, Camat Matangkuli, Aceh Utara Zulkifli mengaku terdapat empat titik pengungsian di kecamatan itu yaitu di Masjid Desa Hagu, Gedung Serbaguna Desa Lawang, Gedung Serbaguna Desa Tanjong Haji Muda, dan Surau Desa Siren.

“Sejauh ini menurut data yang kami peroleh sudah ada empat titik pengungsian. Namun sebahagian warga masih bertahan di rumah, karena khawatir terjadi pencurian dan lain sebagainya. Namun, kami imbau tetap mengungsi jika ketinggian air semakin bertambah hari ini,” kata Camat Matangkuli.

Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...