Unduh Aplikasi

Banjir di Aceh Utara Ditetapkan Status Tanggap Darurat

Banjir di Aceh Utara Ditetapkan Status Tanggap Darurat
Polsek Lhoksukon terendam banjir. Foto: AJNN/Sarina

ACEH UTARA – Banjir di Kabupaten Aceh Utara ditetapkan status darurat bencana. Pasalnya, jumlah yang terendam mencapai 22 kecamatan sudah melebih setengah dari total seluruh 27 kecamatan.

Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib mengatakan, dirinya meminta kepada SKPK, camat dan keuchik, agar mengambil langkah tanggap bencana menghadapi banjir yang terjadi sejak empat hari yang lalu.

“Kita lihat intensitas hujan dan debit air sangat besar, sehingga sebagian besar wilayah Aceh Utara terendam semua,” kata Cek Mad, Senin (7/12).

Sambung Cek Mad, tanggap bencana dimaksud, rencana cadangan pascabanjir, di tengah keterbatasan anggaran akibat wabah Covid-19.

“Kami telah semaksimal mungkin melakukan langkah-langkah dalam menghadapi bencana banjir ini. Namun terpenting yang ingin saya sampaikan, menyangkut bendungan Krueng Pase dengan permasalahan yang juga sangat komplit,” jelasnya.

Mulai dari pemilik lahan, lanjut Cek Mad, yang sampai saat ini terus bertahan dengan cara pandangnya hingga persoalan-persoalan lain yang belum tuntas sampai sekarang.

“Untuk itu, perlu mengintegrasikan kewenangan dan peran Pemerintah kabupaten, provinsi dan Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Sebagai Bupati Aceh Utara, dirinya berharap agar pemerintah provinsi dan pusat untuk memprioritaskan permasalahan bendungan Krueng Pase, karena ini bukan masalah banjirnya saja, tetapi juga menyangkut hasil tanam, ternak dan harta benda masyarakat yang setiap tahunnya merugi akibat imbas banjir.

“Mohon doa dari semua pihak, mudah-mudahan semua yang kita hadapi saat ini segera berakhir. Saya yakin pembangunan bendungan Krueng Pase segera terealisasi, meskipun harus saya pertaruhkan jabatan saya sebagai Bupati Aceh Utara,” cetusnya.

Cek Mad mengatakan, pihaknya telah memerintahkan Kepala BPBD Aceh Utara untuk segera mengkomunikasikan dan berkoordinasi dengan PT PLN, PDAM dan PT Telkom agar memastikan dalam kondisi banjir ini masyarakat tetap mendapatkan pelayanan prima, khususnya terhadap ketersediaan listrik, air bersih dan jaringan komunikasi.

“Jaringan listrik agar secepatnya dapat dipulihkan di daerah-daerah yang terdampak banjir, begitu juga air PDAM dan jaringan Telkom. Kami minta agar bertindak cepat agar kebutuhan air dan komunikasi masyarakat tidak terganggu,” imbuhnya.

Komentar

Loading...