Unduh Aplikasi

Banjir di Aceh Utara, 1.259 Jiwa Mengungsi

Banjir di Aceh Utara, 1.259 Jiwa Mengungsi
Warga di bawah pengawalan polisi menggunakan perahu untuk menyelamatkan harta benda dari kepungan banjir di Matangkuli. Foto: Ist

ACEH UTARA - Banjir di Aceh Utara semakin meluas. Enam kecamatan dilaporkan terendam banjir akibat luapan sungai, Rabu, (3/1). Jumlah pengungsi mencapai 1.259 Jiwa.

Informasi yang dihimpun AJNN, banjir melanda Aceh Utara sejak pagi tadi. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Matangkuli. Hingga malam ini, tercatat sudah ada lima titik pengungsian dengan jumlah pengungsi keseluruhan mencapai 343 KK dengan 1.259 Jiwa.

"Itu data kita hingga sore tadi. Selain di Matangkuli, banjir juga merendam puluhan gampong lainnya di Kecamatan Pirak Timu, Tanah Luas, Paya Bakong, Lhoksukon dan Langkahan," ujar Kepala BPBD Aceh Utara, Munawar saat dikonfirmasi AJNN.

Munawar menambahkan, ketinggian air di sejumlah wilayah bervariasi. Rata-rata 30-70 centimeter. Di beberapa titik terparah ketinggian air bahkan mencapai 120 centimeter.

"Banjir juga telah merendam ratusan hektar lahan persawahan dan kebun serta fasilitas publik lainnya," sebutnya.

Baca: Banjir Meluas, Empat Desa di Lhoksukon Mulai Terendam

Menurut pihaknya, faktor banjir kali ini sama dengan sebelumnya, karena meluapnya sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Sungai Keureuto, Pirak, Peutoe, Sungai Pase dan Sungai Jambo Aye.

"Hingga malam ini terpantau debit air di sejumlah sungai masih terus meningkat. Ini karena tingginya intensitas hujan di kawasan Bener Meriah dan Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir," ungkap Munawar.

Tim BPBD Rescue bersama sejumlah instansi seperti TNI/Polri, SAR, RAPI, IPSM, TAGANA dan instansi terkait lainnya masih berupaya menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat di sejumlah titik pengungsian.

"Petugas masih siaga di enam kecamatan tersebut untuk menyalurkan bantuan masa panim dan memantau situasi dan kondisi. Karena hingga malam ini, kondisinya masih hujan deras dan debit air sungai terus meningkat" ujarnya.

Komentar

Loading...