Unduh Aplikasi

Banjir Aceh dan Status LumbungĀ 

Banjir Aceh dan Status Lumbung 
Ilustrasi: Auburn.

BANJIR besar di Aceh Utara dan Aceh Timur menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Di Aceh Utara, banjir merendam 13.335 hektare sawah. Banjir juga merendam sawah di Aceh Timur. Kerugian ditaksirkan mencapai ratusan miliar rupiah. 

Tak hanya sawah, banjir juga merendam kebun jagung dan tanaman pangan lain. Dapat dipastikan hasil panen petani dan pekebun di dua daerah itu tidak optimal. 

Bencana di hampir seluruh daerah dia, baik itu di sentra agrobisnis ataupun pertanian, jelas menjadi ancaman serius dan tidak boleh diabaikan. Apalagi, tanpa bencana banjir pun, petani kecil dan menengah sangat rentan akibat pandemi Covid-19. 

Di saat daerah lain memanfaatkan peluang pengembangan usaha pertanian, Aceh, yang selama ini dikenal sebagai daerah surplus beras, malah terancam gagal panen massal. Dan itu semua terjadi hanya dalam hitungan hari. 

Karena itu, Pemerintah Aceh harus melakukan kajian mendalam dalam untuk mencegah terjadinya kerusakan hutan yang memicu bencana ekologi seperti yang terjadi di Aceh Utara dan Aceh Timur. Dalam perencanaan pembangunan, misalnya, Aceh harus memulai untuk melindungi kawasan hulu, yakni hutan dan sungai. 

Pemerintah Aceh juga harus mengajak pemerintah pusat, melalui tangan-tangan mereka di Aceh yang bertugas untuk melindungi hutan dan sungai, serta pemerintah daerah, untuk sama-sama membahas permasalahan kerusakan hutan yang menyebabkan banjir. 

Langkah awal dapat digagas antara Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Pemerintah Kota Banda Aceh, yang selama ini menikmati air yang mengalir dari hulu Krueng Aceh di Aceh Besar, harus mau berkontribusi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, tentu dengan memberikan bantuan, yang digunakan untuk melindungi kawasan DAS Krueng Aceh. 

Demikian juga daerah-daerah di pantai timur dan pantai barat. Mereka harus duduk bersama dengan pemerintah kabupaten di kawasan tengah untuk bersama-sama melindungi hutan dan sungai. 

Banjir besar di Aceh Utara dan Aceh Timur itu harus jadi pelajaran penting tentang penanganan lingkungan yang tepat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, secara lintas sektoral dan lintas birokrasi. 

Pemerintah Aceh harus mengajak seluruh daerah berkontribusi dalam melindungi daerah aliran sungai dan hutan. Sehingga rakyat Aceh tak terus dimiskinkan dengan bencana yang datang terus menerus dan kita tak harus mengalami ancaman krisis pangan. 

Komentar

Loading...