Unduh Aplikasi

Bangkai Bayi Gajah Ditemukan di Aceh Jaya, Diduga Keracunan

Bangkai Bayi Gajah Ditemukan di Aceh Jaya, Diduga Keracunan
Pemeriksaan bayi gajah Sumatera yang ditemukan mati Aceh Jaya. Foto: Dok BKSDA Aceh 

BANDA ACEH - Seekor bangkai bayi gajah ditemukan di Desa Kampung Baroh Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya pada Selasa (28/4) kemarin. Kematian gajah itu diduga karena keracunan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto mengatakan, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan nekropsi terhadap bangkai bayi gajah di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) perkebunan warga itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik.

"Pada bangkai bayi gajah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik seperti luka tusuk, sayat, peluru, sengatan listrik, bakar ataupun benturan/trauma tumpul," kata Agus Arianto dalam keterangannya yang diterima AJNN, Kamis (30/4).

Kata Agus, kondisi bangkai bayi gajah Sumatera itu mengalami autolysis/ putrefaction (pembusukan). Kematiannya diprediksi sekitar empat sampai lima hari lalu.

"Bayi gajah itu jantan dengan perkiraan umur lebih kurang satu tahun. Dan jaringan di bawah kulitnya sangat kering," ujarnya.

Agus menyampaikan, terdapat perubahan yang signifikan pada hampir seluruh organ penting (jantung, hati, ginjal, dan dinding usus) bayi gajah tersebut. Jaringannya sangat lunak dan mudah hancur.

Hal seperti itu, bisa disebabkan karena pengaruh proses autolysis/putrefaction (pembusukan) mengingat umur satwa yang masih muda, atau bisa saja dipengaruhi zat-zat yang bersifat racun (toxic).

"Dari hasil nekropsi yang dilakukan secara makroskopis bahwa kematian bayi gajah tersebut diduga karena, toksicosis atau keracunan, dan faktor kelelahan akibat tingkat mobilitas yang tinggi karena konflik yang terjadi," sebut Agus.

Agus menuturkan, mengenai kepastian penyebab kematian bayi gajah Sumatera tersebut, maka sampel organnya seperti isi saluran cerna, hati, ginjal, dan jantung akan dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik untuk dilakukan uji laboratorium/ toksicologi.

"BKSDA Aceh juga akan terus berkoordinasi dengan Polres Aceh Jaya untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur pidana dari kematian bayi gajah tersebut," pungkas Agus.

Komentar

Loading...