Unduh Aplikasi

Banda Aceh Produksi 576 Ton Sampah Tiap Hari

Banda Aceh Produksi 576 Ton Sampah Tiap Hari
Sampah di selokan di jalan Syiah Kuala, Lamdingin, Banda Aceh. Foto: AJNN.Net/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Warga Kota Banda Aceh setiap harinya menghasilkan 576 ton sampah. Jumlah tersebut berasal dari produksi sampah 64 ribu rumah tangga yang berada dalam kota madani itu. Jika ditotal, sampah yang dihasilkan dari rumah tangga tersebut mencapai 210 ribu ton per tahun.

"Berdasarkan perhitungan kami, kondisi tersebut belum termasuk sampah yang dihasilkan oleh pasar, rumah sakit, sekolah, dunia usaha dan instansi pemerintah lainnya," kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, Muhammad Nur kepada AJNN, Kamis (16/1).

Menurutnya, pada periode 2017-2018 yang merupakan tahun pertama Aminullah memimpin, ditandai dengan kegagalan Kota Banda Aceh mendapatkan Adipura. Kondisi ini menunjukkan penurunan kinerja pemerintah kota, dalam hal pengelolaan sampah.

"Padahal tahun-tahun sebelumnya telah mendapatkan Adipura selama sembilan kali berturut-turut," sebutnya.

Dia menyebutkan, Qanun Kota Banda nomor 1 tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah hanya disosialisasikan tanpa diimplementasikan secara utuh. Meskipun pernah dilakukan penegakan hukum seperti 11 kali OTT terhadap pelanggar Qanun tersebut, tapi belum mampu mengurangi kesemrawutan pengelolaan sampah di Banda Aceh.

Penyebabnya, pemberian sanksi atas pelaksanaan peraturan daerah itu, hanya dilakukan secara sporadis dan tidak kontinyu. Kondisi tersebut menjadikan visi Kota Banda Aceh Bebas Sampah 2025 dan Adipura semakin jauh dari harapan dan hanya akan menjadi angan-angan semata.

Sementara itu, WALHI Aceh juga memberi catatan khusus bahwa keberhasilan perbaikan pengelolaan sampah di Banda Aceh, tidak hanya menjadi tugas pemerintah kota, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha/swasta.

Partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan melalui peningkatan intensitas sosialisasi, penegakan hukum yang menimbulkan efek jera bagi yang melanggar aturan, sektor swasta dan dunia usaha juga dapat dilibatkan untuk berkontribusi serta berpartisipasi dalam sosialisasi dan pengurangan produksi sampah.

"Selain itu, Pemko juga perlu memperbaiki kinerja dalam hal pengelolaan sampah di TPA, terutama TPA Terpadu di Blang Bintang yang selama ini penanganannya masih buruk," tuturnya.

Komentar

Loading...