Unduh Aplikasi

Banda Aceh peroleh 163 penghargaan bidang pendidikan ‪

BANDA ACEH - Hingga Desember 2014, Pemerintah Kota Banda Aceh telah mendapatkan 163 penghargaan di bidang pendidikan baik di tingkat provinsi, nasional maupun internasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kota Banda Aceh Syaridin pada malam resepsi "Satu Tahun Pendidikan Kota Banda Aceh" yang dirangkai dengan peringatan Hardikda Disdikpora Kota Banda Aceh, Selasa malam (23/12) di Aula SMKN 3 Lhoong Raya, Banda Aceh

Penghargaan terakhir yang diterima Pemko Banda Aceh adalah Anugerah Ki Hajar 2014 bidang TIK.

"Anugerah tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah kepada Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE di Jakarta," kata Syaridin.

Selain di bidang pendidikan, Banda Aceh juga telah banyak meraih di bidang lainnya seperti olahraga dan seni budaya.

"Kemajuan pendidikan di Banda Aceh menjadi barometer atau tolak ukur keberhasilan pendidikan di Provinsi Aceh," kata Syaridin

Hal yang membanggakan lagi, lanjutnya, 60 persen lulusan SMA di Banda Aceh berhasil menembus jenjang pendidikan selanjutnya di sejumlah Perguruan Tinggi.

"Untuk itu, kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu keberhasilan Pemko Banda Aceh dalam bidang pendidikan," ujarnya.

Sementara Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, mengingatkan semua pihak khususnya dinas pendidikan agar tidak lalai atas semua prestasi yang telah diraih.

"Mempertahankan apa yang sudah dicapai itu jauh lebih sulit daripada meraihnya. Kadang kita juga kerap lalai mengevaluasi apa saja yang sudah kita raih," Katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penanaman akhlak termasuk kemampuan mebaca Al-Quran sejak dini bagi anak-anak usia sekolah.

"Kita patut bersyukur, persentase kemampuan membaca Al-Quran para pelajar di Banda Aceh mencapai angka 98 persen" sebutnya.

Hal lainnya, wali kota mengharapkan agar para guru menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak di dalam kelas sehingga mereka menyukai proses belajar-mengajar.

"Dengan begitu tentu anak-anak bisa menyerap lebih banyak ilmu yang diajarkan oleh guru, bila dibandingkan dengan keadaan terpaksa," Imbuhnya.


|TOMMY

Komentar

Loading...