Unduh Aplikasi

Balada APBA Sangkuriang

Balada APBA Sangkuriang
ilustrasi

LAMPU hijau penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh 2018 telah menyala. Kemarin, Tim Anggaran Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh duduk bersama membahas jadwal penyusunan anggaran. Ini adalah langkah maju setelah berulang kali keduanya berargumentasi terkait pembahasan anggaran.

Gelagat pengesahan anggaran mulai terlihat saat Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin melunak terkait rencana Pemerintah Aceh membeli pesawat. Yang ingin dia pastikan adalah prinsip gubernur, memilih menetapkan APBA 2018 melalui qanun atau malah mengeluarkan peraturan gubernur. “Nanti akan kami lihat tingkat urgensi dan alasannya apa, serta berapa unit. Baru nanti kita sesuaikan.”

Keputusan ini bukan sesuatu yang istimewa. Karena apapun ceritanya, keduanya gagal menghadirkan anggaran tepat waktu bagi Aceh. Yang lebih ajaib lagi, keduanya telah berketetapan untuk mulai memparipurnakan APBA 2018 pada 7 Februari 2018.

Langkah ini mengingatkan kita pada legenda rakyat Sunda. Adalah Sangkuriang yang jatuh cinta pada ibu kandungnya, Dayang Sumbi. Keduanya terpisahkan lama, sejak Sangkuriang membunuh Tomang--dewa tampan yang dikutuk menjadi anjing--dan mendapatkan luka di kening.

Keduanya saling jatuh cinta. Namun setelah Dayang Sumbi mengetahui Sangkuraiang adalah anaknya, dia memutuskan untuk menetapkan syarat berat, yang tak mungkin disanggupi Sangkuriang, sebagai mahar pernikahan.

Dayang Sumbi meminta Sangkuriang membuat dua hal besar; membangun bendungan besar dan kapal besar. Berbekal kesaktiannya, Sangkuriang--yang memiliki kesaktian ala dewa--memanggil para makhluk gaib untuk membantu menyelesaikan mahar tersebut. Tenggat waktunya sebelum fajar menyingsing, hari itu juga.

Kondisi ini mirip seperti yang terjadi pada APBA 2018. Bukan hendak meragukan “kesaktian” para pembahas anggaran, baik dari pemerintah ataupun di kalangan dewan, namun waktu tujuh hari jelas tak efektif membahas anggaran. Apalagi, tak ada jaminan bahwa standar operasional prosedur penentuan anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Aceh dapat dilaksanakan.

Menjelang fajar, Dayang Sumbi melihat kapal dan bendungan itu hampir selesai. Dia pun menyiasati; membentangkan selempang putih di angkasa. Para makhluk halus, yang bekerja efektif sebelum matahari terbit, ketakutan dan menghilang. Menyangka fajar telah tiba. Sangkuriang tak pernah bisa menyelesaikan maharnya. Dengan dada penuh amarah, dia menendang keras perahu itu terbang ke angkasa; berubah menjadi pesawat.

Komentar

Loading...