Unduh Aplikasi

Bahkan Kekuasaan Pun Butuh Adab

Bahkan Kekuasaan Pun Butuh Adab
Ilustrasi.
MUZAKIR Manaf masih menjadi magnet bagi media massa. Keberadaan sosok yang sering disapa Mualem ini selalu dinanti-nanti. Bahkan foto-foto Muzakir saja cukup untuk direkam oleh wartawan dan disebar di media masing-masing.

Sebagai sosok yang dibesarkan oleh media massa, Muzakir harusnya tak lupa mengingatkan kepada para bawahannya untuk tetap menjaga sikap dan tetap memberikan ruang kepada wartawan.

Muzakir perlu mengingatkan pengawalnya untuk memberikan perlindungan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik menjadi kewajiban dunia. Dan ini berlaku secara universal. Bahkan dunia mengakui bahwa keselamatan wartawan adalah unsur utama kebebasan manusia berekspresi.

Muzakir juga harus memberikan pemahaman bahwa berita itu dinilai dari banyak aspek yang menarik perhatian audiens mereka. Mereka harus diberi pengetahuan bahwa Muzakir Manaf, ketua mereka, adalah pejabat publik. Bukan milik satu kelompok saja. Muzakir juga bukan manusia suci yang harus dikawal dengan cara berlebihan. Karena cara ini sering kali menjurus kepada sikap kasar; asal bos senang.

Tindakan arogan Satuan Tugas Partai Aceh di Aceh Timur yang mengasari wartawan adalah hal yang tidak perlu terjadi jika masing-masing pihak mampu menjaga diri untuk tetap bersikap dan bertindak proporsional. Merampas dan memaki merupakan kekerasan yang tak dibenarkan oleh konstitusi negara ini.

Satgas PA juga harus lebih berhati-hati dan tidak membuat jarak; ini aku, itu kau. Di negara ini, semua orang memiliki hak sama di mata hukum. Kalau hanya sekadar mencari cara agar dianggap sebagai pasukan yang loyal, yang mampu menjaga keamanan para petingginya, ada beribu cara lain yang lebih pantas dilakukan.

Cara terhormat yang juga menimbulkan simpati dan rasa hormat dari pihak lain, namun tidak meruntuhkan harga diri sebagai seorang pegawal, juga yang dikawal tidak kehilangan muka. Siapa saja bisa berlaku kasar. Marah itu adalah urusan mudah. Tergantung kekuasaan yang ada di tangan. Belajarlah bersabar, karena itu lebih baradab. 

Komentar

Loading...