Unduh Aplikasi

Bahas Pengelola Baitul Asyi, Syaikh Abdul Latif Undang Zaini Abdullah

Bahas Pengelola Baitul Asyi, Syaikh Abdul Latif Undang Zaini Abdullah
Syeikh Abdul Latif, pengelola Baitul Asyi Habib Bugak Mekah Almukarramah, bersama Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Foto: dok humas aceh

BANDA ACEH - Syeikh Abdul Latif, pengelola Baitul Asyi Habib Bugak Mekah Almukarramah, mengundang Gubernur Aceh Zaini Abdullah untuk menghadiri acara makan malam. Kedatangan Abdul Latif ke Aceh membahas kelanjutan pengelolaan Baitul Asyi wakaf Habib Bugak di Mekah.

Zaini yang saat ini menjalani cuti kampanye Pemilihan Kepala Daerah 2017 hadir berharap kerja sama antara Pemerintah Aceh dan Pengelola Wakaf Baitul Asyi terus berlanjut. Menurut Zaini, wakaf ini merupakan hal penting guna meringankan beban jamaah haji asal Aceh.

“Insya Allah, harta ini akan terus membawa berkah bagi umat,” kata Zaini Abdullah, Senin (5/12).

Pelaksana tugas Gubernur Aceh Soedarmo mengatakan masalah wakaf merupakan persoalan rumit. Ini kerap kali mengundang perdebatan karena harta yang dikelola terus mengalami perkembangan. Namun wakaf Habib Bugak Asyi ini berjalan terus setelah 200 tahun.

“Alhamdulillah, sejak tahun 2006 seluruh jamaah haji asal Aceh yang mencapai 3.000 orang per tahun telah mendapatkan bantuan dari deviden wakaf tersebut,” ujar Soedarmo.

Pada musim haji 2016, setiap jamaah haji asal Aceh bisa mendapatkan 1.200 riyal untuk uang saku atau setara Rp 4,6 juta. Wakaf Baitul Asyi adalah wakaf dari Habib Bugak Samalanga, seorang saudagar Aceh yang membeli sejumlah rumah di Mekah pada 1224 Hijriah (sekitar 1800 Masehi).

Rumah tersebut beliau hibahkan kepada jamaah haji atau pelajar asal Aceh yang menuntut ilmu di sana. Namun kemudian, tanah dari rumah-rumah tersebut terkena perluasan Masjidil Haram serta pembangunan hotel. Kini, jamaah haji Aceh menerima kompensasi berupa uang tunai.

Komentar

Loading...