Unduh Aplikasi

Bahas pengawas Pemilu di Kemendagri, DPR Aceh walk out

Bahas pengawas Pemilu di Kemendagri, DPR Aceh walk out
20140327 142634
JAKARTA- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh keluar (walk out) dari pembahasan soal pengawas Pemilu di Kementerian Dalam Negri (Kemendagri) yang difasilitasi Direktorat Jendral (Dirjend) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri hari ini, Kamis, (27/3).

Mereka walk out karena Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) tidak kunjung diakomodir dalam persoalan pengawas Pemilu yakni Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ataupun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Pembahasan mulai memanas dan diawali keluarnya Ketua Komisi A DPR Aceh Adnan Beuransyah bersama anggotanya Mansyur Nur Hakim dan kemudian diikuti dua orang lainnya Fakhruddin Bin Ahmad serta Yunus Ilyas.

Adnan Beuransyah kepada AJNN mengatakan pembahasan soal pengawas Pemilu mengalami kemunduran. "Buat apa kita bahas lagi, jika mereka tidak mengakomodir kekhususan Aceh, pembahasan yang dilakukan menjadi mundur," kata Adnan.

Menurutnya hanya dua hal terkait pengawas Pemilu, yang pertama sesuai UUPA, pengawas Pemilu berbentuk ad hoc atau sementara dan direkrut oleh DPR Aceh sebanyak 5 orang.

"Hanya itu, namun tidak diakomodir. Kita hanya ingin mempertahankan kekhususan UUPA," kata dia.

Adnan mengatakan, bersikerasnya mereka dalam memperjuangkan kewenangan Aceh, agar ada perhatian dari pemerintah kalau Aceh adalah daerah khusus.

Meskipun perwakilan DPR Aceh walk out, namun pihak eksekutif yakni Asisten 1 Setda Pemerintah Aceh, Iskandar Gani dan Kabiro Hukum Setda Pemerintah Aceh, Edrian tetap melanjutkan pembahasan yang turut dihadiri Ketua Bawaslu RI Muhammad bersama Sekjend Bawaslu dan difasilitasi oleh Dirjend Otda Djoehermansyah Djohan.

Sedangkan menurut Adnan, Djoehermansyah tampak lebih soft dalam melakukan mediasi.
"Beliau mencoba mengakomodir keduabelah pihak," jelasnya.

Kabiro Hukum Setda Pemerintah Aceh, Edrian menyampaikan pembahasan soal pengawas Pemilu masih akan dilanjutkan. "Nanti akan kita lanjutkan lagi, pembahasan kali ini masih soal perumusan," kata Edrian.

Edrian sendiri menyangkal kalau pihak DPR Aceh walk out saat pembahasan. "Mereka keluar karena pembahasan sudah selesai, mereka tidak keluar saat pembahasan," kata Edrian.

| FIQIH PURNAMA

Komentar

Loading...