Unduh Aplikasi

Bagus Awal Rusak Akhir

Bagus Awal Rusak Akhir
Ilustrasi: Shutterstock

TATA kelola keuangan adalah salah satu elemen penting dalam pembangunan. Ibaratkan rumah tangga, seorang kepala keluarga, suami; dan kepala rumah tangga, istri; harus mampu berkolaborasi mengelola keuangan agar keluarga tidak bangkrut. 

Salah satu yang diupayakan adalah mencegah kebocoran anggaran. Karena itu, pertemuan antara Kepala Inspektorat Aceh, Zulkifli; Kepala Bappeda Aceh, Teuku Ahmad Dadek; Sekretaris Badan Pengelola Keuangan Aceh serta Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh; dengan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh penting untuk memastikan tata kelola itu benar-benar berjalan. 

Permasalahan yang masih terus terjadi di Aceh adalah terkait pengelolaan dana otonomi khusus. BPKP Aceh sendiri mengendus banyak persoalan tindak pidana korupsi yang bersumber dari DOKA. 

Karena itu, audit diperlukan untuk mengidentifikasi efektifitas dan efisiensi pencapaian kinerja dari program bersumber dari DOKA. Sehingga DOKA dapat memberikan feedback bagi perbaikan tata kelola sejak perencanaan, pelaksanaan dan akuntabilitas program/kegiatan DOKA.

Bertahun-tahun DOKA dikucurkan Aceh namun manfaatnya seperti menyiram segayung air ke padang pasir. Triliunan uang negara yang seharusnya dikucurkan sebagai akselerasi pembangunan kembali Aceh, pascakonflik dan bencana ganda, raib tak berbekas. 

Selama pengucurannya manfaat DOKA hanya dirasakan oleh segelintir orang. Banyak proyek-proyek yang dibiayai dana ini tak tepat sasaran. Mubazir dan tak terukur penggunaannya. 

Pemerintah Aceh, yang menjadi penampung dana ini pun tak pernah benar-benar siap “menghabiskan” dana ini. Dana yang seharusnya dipergunakan untuk pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia lewat kesehatan dan pendidikan sering kali dikucurkan tanpa target.

Karena itu, kerja sama antara BPKP Aceh dan Pemerintah Aceh ini harus benar-benar dilaksanakan hingga tuntas. Sehingga program ini tidak cuma indah di awal, namun rusak diakhir. 

Komentar

Loading...