Unduh Aplikasi

PEMBERHENTIAN PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN PIDIE

Badan Investasi Aceh Belum Terima Laporan dari Pemkab Pidie

Badan Investasi Aceh Belum Terima Laporan dari Pemkab Pidie
Surat penundaan pembangunan proyek pembangunan semen Indonesia Aceh. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Aceh Iskandar mengaku pihaknya tidak mendapatkan surat terkait pemberitahuan pemberhentian sementara pembangunan Pabrik Semen Indonesia Aceh di Laweung, Pidie.

"Saya juga kaget ketika membaca surat itu, secara resmi kami tidak dapat surat pemberitahuan itu, setahu saya dari isi surat yang baca di media, surat itu ditujukan untuk masyarakat," kata Iskandar kepada AJNN, Sabtu (14/10).

Ia meminta kepada Bupati Pidie bersama Forkopimda untuk segera menggelar rapat koordinasi, singkronisasi, dan harmonisasi bersama masyarakat dan Perusahaan Pabrik Semen Indonesia Aceh.

Baca: Pemberhentian Pabrik Semen Laweung Tak Ada Kaitan dengan Masalah Lahan

"Disitu kan ada dua perusahaan yakni Semen Indonesia Aceh dan Samana Citra Agung, mereka juga harus menyelesaikan masalah internal yakni lahan. Perusahaan harus benar-benar bisa mendekatkan diri dengan masyarakat," jelas Iskandar.

Kemudian, kata Iskandar, setelah rapat dilakukan di tingkat kabupaten, baru selanjutnya dibawa ke provinsi. Karena bupati yang lebih paham dengan permasalahan daerahnya. Gubernur Aceh sering mengingatkan agar setiap masalah harus diselesaikan di tingkat kab/kota, tidak semua masalah harus dibawa ke provinsi.

"Saya tegaskan, kami tidak mendapatkan laporan apapun dari Kabupaten Pidie untuk masalah pabrik semen itu, kalau ada laporan pastinya gubernur sudah langsung memerintahkan kami," jelasnya.

Selain itu, Iskandar juga mengaku belum membangun komunikasi dengan pihak Semen Indonesia Aceh. Alasanya karena selama dua hari ini sibuk mengurus kedatangan Wakil Menteri Turki.

"Komunikasi belum ada, biarkan kabupaten yang menyelesaikan dulu, tapi tetap dalam pengawasan kami di provinsi, tapi sangat disayangkan kalau memang perusahaan itu berhenti," katanya.

Komentar

Loading...