Unduh Aplikasi

Babak Baru Pemerintahan Aceh

Babak Baru Pemerintahan Aceh
Ilustrasi: Eric Geiger

SEPERTI doa banyak orang, pelantikan Nova Iriansyah hendaknya menurunkan tensi politik yang tinggi antara Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh. Karena hanya inilah jalan keluar dari sengkarut politik Aceh yang mengorbankan banyak hal. 

Salah satunya adalah pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh 2021. Jika hal ini tidak segera dibahas, tentu saja dengan menyelesaikan terlebih dahulu urusan-urusan yang ada di belakangnya, maka pembangunan Aceh tahun depan diperkirakan tidak akan berjalan maksimal. 

Belum lagi efek pengurangan dan sejumlah sanksi yang didapat Aceh jika APBA 2021 disahkan lewat peraturan gubernur. Hal ini akan semakin merugikan masyarakat. 

Namun urusan ini sepertinya tidak akan berlangsung berlama-lama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, misalnya, meminta Gubernur Aceh dan DPR Aceh menjalin kembali komunikasi politik yang baik. Harapan ini juga terlihat dari pidato Gubernur Aceh yang baru dan Ketua DPR Aceh.

Keinginan untuk membangun Aceh, bahu membahu, itulah yang seharusnya dikedepankan dan menjadi semangat bersama. Apalagi, ada banyak tanggung jawab pemerintahan Aceh yang harus segera dituntaskan. Mulai dari urusan politik ke pusat, urusan ekonomi dan covid-19. 

Urusan pengangguran, misalnya, harus segera dicarikan solusi agar sisi keamanan dan ketertiban masyarakat tidak terganggu. Badan Pusat Statistik mencatat, pada Agustus 2020, tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,59 persen. 

Sedangkan jumlah angkatan kerja pada Agustus sebanyak 2,5 juta orang atau naik 122 ribu orang dibanding Agustus 2019. Hal Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja juga meningkat sebesar 1,97 persen poin.

Hal ini tentu tak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Gubernur Aceh dan DPR Aceh harus bisa saling mengisi agar keselarasan di segala sektor berjalan normal. Kedua pihak harus duduk bersama dan menemukan solusi-solusi baru. Jika perlu, keduanya dapat memanggil Menteri Tito untuk menengahi persoalan yang selama ini menjadi tembok. 

Dalam setiap hubungan yang harmonis, selalu ditandai dengan rasa saling percaya, satu dengan yang lain. Ini juga berlaku bagi Gubernur Aceh dan DPR Aceh. Kedua pihak harus bisa mengedepankan komitmen. Tidak menyimpan belati yang siap-siap dihunuskan saat pihak lain lengah; sesuatu yang tak mungkin dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kehormatan. 

Komentar

Loading...