Unduh Aplikasi

Azharuddin: Pemerintah Harus Hadir dan Tegas Terapkan Protkes, Jangan Hanya Imbauan

Azharuddin: Pemerintah Harus Hadir dan Tegas Terapkan Protkes, Jangan Hanya Imbauan
Mantan Direktur RSUDZA Banda Aceh, Dr. dr. Azharuddin, SpOT, K-Spine FICS . Foto: AJNN/Fauzul Husni.

BANDA ACEH - Kasus Covid-19 di negara India mengalami peningkatan yang luar biasa. Bahkan hari ini data per Sabtu (1/5/2021) saja, India telah mencatat sebanyak 401.993 ribu kasus baru. Informasi yang dikutip AJNN dari laporan Reuters via Detik.com. Jumlah korban yang terinfeksi sebenarnya diperkirakan 10 kali lebih banyak daripada yang dilaporkan.

Keterbatasan daya tampung Rumah Sakit mengakibatkan banyak pasien harus menjalani perawatan di sejumlah lokasi, bahkan masjid dan bajaj sekalipun.

Melihat kejadian yang terjadi di India bukan tidak mungkin kejadian ini akan menimpa Indonesia jika kita tidak waspada dan lalai. Untuk itu peran pemerintah menjadi sangat penting menghadapi kondisi tersebut.

Praktisi yang juga profesional dalam bidang Kedokteran, Dr. dr. Azharuddin, SpOT, K-Spine FICS menyebutkan bahwa semua pihak harus "hadir" dalam mengatasi masalah Covid-19 ini. Walaupun tentunya masing-masing pihak punya tanggungjawab yang berbeda.

Menurut Azharuddin, sebenarnya semua pihak menyadari bahwa Protokol kesehatan (Protkes) yang benar dan konsisten diyakini ampuh dalam mengendalikan Covid-19. Dia menyebutkan 70-80 persen ampuh.

"Persoalannya masih banyak yang abai tentang Protkes itu, nah disana peran dari pemerintah adalah krusial dan mandatory. Pemerintah harus sungguh-sungguh dan konsisten, karena masyarakat juga bisa menilai apakah pemerintah serius atau hanya menjalankan himbauan yang tidak terukur," ujar Azharuddin kepada AJNN, Sabtu (1/5/2021) di Banda Aceh.

Menurut pria yang pernah menjabat Direktur RSUDZA Banda Aceh tersebut, Pemerintah mesti piawai, kapan harus mengunakan gas dan rem. Saat himbauan tidak mempan, mestinya kata Azharuddin, pemerintah harus lebih tegas lagi, karena banyak yang melihat (dianggap) ada pembiaran atau tidak sungguh-sungguh. 

"Coba lihat sebagai contoh Rumah Sakit yang besar dan tipe sedang, kenapa bisa terapkan Protkes dengan lebih konsisten?(pakai masker, cuci tangan,Jaga jarak, tdk berkerumun)," ujar Azharuddin.

Karena lebih konsisten, ada petugas, dan semua lingkungan di Rumah Sakit akan saling mengingatkan dan tidak membiarkan ada masyarakat yang tidak taat Protkes untuk berada di lingkungan Rumah Sakit. 

Hal seperti yang diterapkan di Rumah Sakit semestinya bisa secara konsisten bisa dijalankan oleh pemerintah di tempat lain, seperti rumah ibadah, kantor, pertokoan, pasar, sekolah, tempat wisata, dan di sejumlah lokasi lainnya.

Karena tugas dan kewajiban pemerintah utamanya adalah "Memerintah", sehingga kata Azhar, harus ada tanggungjawab yang berjenjang dan jelas. Menurutnya Gubernur bisa mengevaluasi Bupati/Wali kota yang patuh atau tidak patuh. Selanjutnya Bupati Wali Kota bisa evaluasi camat, dan camat bisa evaluasi desa mana yang patuh dan tidak patuh. Berikan (upayakan) rewards dan punishment.

"Saya kira banyak cara untuk itu, asal ada niat dan mau. Sehingga masyarakat paham dan digiring atau diajak pada pilihan harus mengikuti," ujar Azhar.

Selain itu tugas penting lainnya dari pemerintah menurut Azhar adalah pemerintah harus konsisten dengan tanggungjawab 3T, yaitu Testing pada yang perlu dilakukan pemeriksaan kecurigaan Covid-19, Tracing pada yang berkontak erat dengan yang positif Covid-19 dan Treatment bagi yang positif serta isolasi mandiri yang dipantau pada yang positif tidak bergejala.

Selain itu kata Azhar, wajib dirawat bagi yang bergejala, supaya tidak terjadi perburukan atau kritis lantas meninggal. Kesimpulannya Menurut Azhar adalah masyarakat harus di ajak untuk mau memahami bahwa ini bencana non alam terbesar di abad ini.

"Jangan pernah menganggap diri aman kalau didaerah lain belum aman, jika ada satu negara atau komunitas yang belum aman, artinya bahwa kita nyata belum aman. Saat ini di bumi yang nyata. Jangan sampai jika kita tidak patuh, maka akan Covid pada waktunya," pungkas Azharuddin.

HUT Pijay

Komentar

Loading...