Unduh Aplikasi

Azhari Cagee kembali Diperiksa, Kuasa Hukum: Hanya Melengkapi Keterangan

Azhari Cagee kembali Diperiksa, Kuasa Hukum: Hanya Melengkapi Keterangan
Foto: Ist

ACEH JAYA - Mantan Ketua Komisi A DPR Aceh, Azhari Cagee kembali diperiksa penyidik Polda Aceh terkait kasus dugaan tindak pidana percobaan penodaan, penghinaan dan atau merendahkan kehormatan bendera Negara.

"Iya tadi penyidik kembali memeriksa Bang Cagee dari jam 10.00 hingga jam 12.00 WIB," kata Kuasa Hukum Azhari Cagee, Fadjri yang dihububgi AJNN, Jum'at (25/10).

Menurutnya, pemeriksaan kali kedua ini hanya untuk melengkapi keterangan pemeriksaan yang sebelumnya, serta untuk mengkonfirmasi beberapa foto pada saat kejadian aksi mahasiswa di gedung DPR Aceh pada 15 Agustus lalu.

Baca: Polda Panggil Azhari Cagee atas Laporan Forkab

"Untuk statusnya masih sebagai saksi, dan tadi ada sekitar 10 pertanyaan yang diajukan penyidik untuk tambahan yang dibutuhkan penyidik," terang Fadjri.

Menurut Fadjri, Azhari Cagee sudah menjawab dengan fakta yang sebenarnya, pada saat kejadian Azhari berada di mana dan sedang apa juga sudah dijawab sesuai dengan kebenaran dan fakta dilapangan.

"Jadi kami kira, penyidik tidak perlu lagi memaksakan penggalian lebih lanjut, karena dari keterangan yang sudah diberikan dari dua panggilan ini memang klaen kita sudah memberikan keterangan yang cukup detail, artinya tidak ada tindakan sebagaimana yang dituding pelapor," ungkap Fadjri.

Dikatakan Fadjri, laporan Forkab Aceh terkait Azhari sudah mencoba menghina lambang negara, menurunkan bendera merah putih itu sama sekali tidak terungkap dan terbukti.

"Kami kira sudah cukup jelas apa yang dilakukan oleh klien kita pada waktu itu merupakan bahagian dari pekerjaannya yang diperintah oleh atasan untuk menerima para pengunjuk rasa, Dengan demikian, sudah sepatutnya ia mengambil sikap dengan cara menemui dan berdiskusi dengan para pendemo pada saat itu." tambah Fadjri.

Selain itu, kuasa hukum Azhari Cagee merasa aneh dengan cara memeriksa saksi dari pelapor, karena syarat untuk menjadi saksi itu harus berada di lokasi, melihat sendiri dan mengalaminya serta mengetahui apa yang sedang terjadi di lokasi.

"Jadi pertanyaan kami apakah saksi pelapor ini ada di lokasi dan ada menyaksikan secara langsung apa yang sedang terjadi dilokasi pada saat itu?. Maka dari itu kami kira persoalan ini sudah sangat jelas jika klaen kami sudah cukup memberikan keterangan dengan sebenarnya sesuai yang dibutuhkan oleh penyidik," pungkas Fadjri.

Komentar

Loading...