Unduh Aplikasi

Ayo Jokowi, Kerja

Ayo Jokowi, Kerja

PRESIDEN Joko Widodo tak boleh berdiam diri lagi. Dia harus segera bertindak untuk membantu kaum muslim di Rohingya yang terus dibantai oleh negera mereka sendiri, Myanmar. Tanpa tindakan tegas dan upaya yang nyata, harapan muslim Rohingya untuk bertahan hidup tentu tidak terjadi.

Ini adalah langkah logis yang harus dilakukan presiden dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Karena siapapun yang mengetahui tindakan rezim Myanmar terhadap kaum muslim Rohingya bergidik menyaksikan perlawanan tak seimbang itu. Sama seperti saat masyarakat Islam menyaksikan pembantaian muslim di Palestina atau di Syiria.

Upaya diplomatik harus diutamakan. Tapi melihat sikap keras kepala Myanmar, sangat logis juga jika Jokowi memanggil pulang duta besarnya di Myanmar dan mengusir Duta Besar Myanmar dari Jakarta. Tanpa tindakan nyata ini, berarti Jokowi ikut merestui genosida yang berlangsung terang-terangan di sana.

Negara ini, pada Pembukaan UUD 45, secara tegas menyatakan bahwa “kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Maka penjajahan di atas muka bumi harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan”.

Pembakaran kampung-kampung, pembunuhan warga khususnya anak-anak dan wanita merupakan kebrutalan yang mengarah kepada pembersihan etnis. Ini termasuk dalam pelanggaran berat hak asasi manusia.

Langkah berikut yang harus dilakukan Jokowi adalah mendesak negara-negara di Asean bertindak. Indonesia punya kekuatan untuk melakukan ini. Indonesia dapat mendesak Asean untuk mengembargo Myanmar jika negara itu tak menghentikan aksi kekerasan terhadap muslim.

Bekerja untuk negara ini adalah sebuah keharusan. Tapi bertindak atas nama kemanusiaan juga menjadi kewajiban. Jokowi adalah presiden yang mengedepankan etos kerja. Dan rakyatnya tentu berharap, aksinya lebih ngetop ketimbang vlog-nya.

Komentar

Loading...