Unduh Aplikasi

Awas Tikus Emas

Awas Tikus Emas
Ilustrasi tambang emas.

PENAMBANGAN emas serampangan di Nagan Raya dan Pidie harusnya menjadi perhatian serius dari Pemerintah Aceh. Gubernur Aceh harus segera membahas hal ini bersama dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Kesehatan tentang buruknya dampak penambangan dan potensi bencana yang akan timbul.

Gubernur Aceh juga harus mampu mengendalikan kepolisian dan militer agar menjauh dari lubang-lubang tambang ilegal. Karena selama ini, banyak oknum aparat kepolisian dan militer yang menjadi tokoh utama. Mereka memiliki lubang-lubang tambang emas dan memodali para pekerja untuk mengeruk hasil di dalamnya.

Di Beutong, Nagan Raya, praktik penambangan emas ilegal tak hanya merusak hutan dan alur sungai. Para penambang semakin rakus dan tak terkendali dengan menggali ke kawasan permukiman. Mereka tak peduli dengan ancaman yang timbul akibat aksi serampangan itu.

Emas “membutakan” mata. Kerusakan hutan, sungai dan lingkungan tempat tinggal tak jadi masalah sepanjang bencana itu belum benar-benar terjadi. Parahnya lagi, pemerintah seperti tak berdaya menghadapi para tikus emas yang menggali dan meninggalkan lubang yang dalam.

Di Pidie, para penambang juga merusak alur sungai. Mengubah bentang alam dan menjadikan hutan Pidie semakin kritis. Penambangan di hulu sungai ini akan berdampak besar bagi kehidupan masyarakat dan mengancam keselamatan mereka yang hidup di hilir.

Penambangan emas tak hanya merusak lingkungan. Lubang tambang yang dibiarkan menganga setelah habis dikeruk sangat membahayakan keselamatan orang lain, terutama anak-anak. Banyak lubang bekas tambang yang merengut korban jiwa karena para penambang, entah itu perorangan atau korporasi, tak bertanggung jawab atas kerusakan yang mereka tinggalkan.

Penambangan emas juga berdampak bagi kesehatan masyarakat. Terutama karena penggunaan air raksa atau merkuri yang menyebabkan kandungan air, baik di sungai maupun air bawah tanah, mencari tercemar. Padahal, sungai adalah tempat ribuan penduduk Aceh menggantungkan hidup. Air sungai bahkan masih dikonsumsi secara rutin. Dengan kandungan merkuri di atas normal, hal ini akan berdampak besar bagi kecerdasan anak-anak serta berpotensi menyebabkan kanker.

Jika Gubernur Aceh tak segera bertindak, hal ini menggagalkan upaya Pemerintah Aceh menjadikan masyarakat yang cerdas; Aceh Carong. Dan ratusan miliar rupiah yang dikucurkan untuk program kesehatan menjadi sia-sia kalau pemerintah tak mampu segera menutup lubang tambang.

Komentar

Loading...