Unduh Aplikasi

Awan Arcus Masih Berpotensi Muncul di Langit Aceh

Awan Arcus Masih Berpotensi Muncul di Langit Aceh
Forecaster BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Rezky

ACEH BARAT - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika(BMKG) Meulaboh-Nagan Raya memprediksi awan arcus atau awan berbentuk gelombang tsunami masih berpotensi terjadi di langit Aceh.

Namun BMKG tidak dapat memprediksi kapan awan arcus itu terjadi, lantaran awan level rendah yang memiliki dua jenis itu yakni awan landas dan awan gulung tidak dapat terdeteksi satelit.

Forecaster BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Rezky Prasetya Hartiwi mengatakan kemungkinan terjadinya awan arcus dilangit Aceh terutama wilayah barat selatan Aceh dilihat dari potensi cuaca yang tidak menentu saat ini.

"Kalau dilihat potensi awan arcus ada, bukan hanya Aceh tapi bisa juga wilayah lain di Indonesia, dengan kondisi cuaca saat ini. Namun belum bisa kita prediksi kapan karena selain rendah tidak terbaca satelit terbentuknya juga sangat cepat, dan juga pecahnya awan ini," kata Rezky Prasetya Hartiwi.

Meski masih berpotensi, Rezky berharap warga tidak perlu panik namun tetap waspada lantaran awan tersebut selain menimbulkan hujan deras, angin kencang disertai petir juga dapat menimbulkan hujan es.

Disebutkannya, awan arcus yang sempat terjadi di Aceh pada Senin, (10/8) pagi dan juga sore hari sebenarnya juga pernah terjadi di Lampung Makasar, dan Pangkalan Bun.

Untuk itu ia berharap kepada masyarakat untuk tidak mengait-ngaitkan awan yang berbentuk gulungan gelombang tsunami itu sebagai pertanda akan adanya gempa, lantaran tidak ada kaitannya.

Selain potensi angin kencang akibat awan arcus, saat ini potensi angin kencang akibat cuaca buruk juga berpotensi terjadi sebab di kawasan samudra hindia, ditemukan situasi ikonik atau perlambatan massa udara yang menyebabkan terbentuknya awan hujan dan angin kencang.

"Jadi kira harap kepada warga yang selama ini beraktivitas dekat dengan pesisir dan nelayan yang melaut untuk terus waspada," ungkapnya.

Selain ancaman badai di laut, kata dia, nelayan yang saat ini. Melaut juga diminta waspada karena cuaca buruk saat ini menyebabkaan gelombang tinggi dari 2,5 meter hingga 4 meter.

Komentar

Loading...