Unduh Aplikasi

Audit Kinerja Bank Aceh

Audit Kinerja Bank Aceh
Ilustrasi: newsday

JIKA mekanisme pasar dijadikan tolak ukur keberhasilan sebuah perusahaan, maka harus ada audit kinerja untuk Bank Aceh sebagai pengganti. Karena bank ini tak memiliki pesaing. Di Aceh, perusahaan plat merah ini menjadi keran utama aliran uang daerah.

Audit kinerja ini penting. Tidak hanya untuk mengukur kinerja perusahaan; mengukur efisiensi dan efektivitas. Namun juga untuk mengukur manfaat bank ini sebagai bank pembangunan daerah yang seharusnya berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian daerah. 

Sejak lama Bank Aceh bermain aman. Hampir tak ada risiko yang diambil dalam berbisnis. Kinerja perusahaan hampir tak pernah diuji karena manajemen tak punya pesaing. Tanpa melakukan ekspansi bisnis apapun, bank ini menghasilkan keuntungan besar karena seluruh uang daerah, baik milik pemerintah provinsi atau pemerintah daerah, di bank ini sebelum disalurkan. Entah untuk gaji yang nilainya mencapai triliunan rupiah, atau kegiatan lain.

Kredit yang disalurkan juga lebih banyak menyasar aparatur sipil negara. Sebuah usaha tanpa risiko. Kegiatan ini juga hampir tak berisiko karena setiap bulan, bank ini secara otomatis memotong gaji debitur karena seluruh pegawai menggunakan rekening tabungan di Bank Aceh.

Setiap tahun pula komisaris dan direksi bank menerima pemasukan fantastis dari gaji dan pendapatan lain. Pada 2013, misalnya, nilai yang dikeluarkan Bank Aceh untuk dibayarkan kepada para direksi dan komisaris mencapai hampir Rp 8 miliar.

Tapi standar gaji tinggi ini tak sebanding dengan terobosan yang diambil bank untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh. Bahkan sektor usaha dan industri kecil dan menengah lebih memilih meminjam uang untuk modal usaha kepada perbankan nasional. Padahal mereka membutuhkan perhatian pemerintah daerah dan unit-unit usaha yang dibentuk oleh pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan.

Dalam menjalankan bisnis, perbankan harus mengedepankan prinsip kehati-hatian. Sikap awas inilah yang akan menjaga agar perbankan tetap mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Namun tidak sewajarnya kehati-hatian dijadikan kedok untuk terus bermain aman.

Bank Aceh tak boleh hanya dianggap sebagai instrumen mengeruk keuntungan. Bank ini harus mampu meningkatkan kinerja dengan memberikan bantuan pinjaman kepada usaha-usaha yang potensial. Terutama di saat Pemerintah Aceh kesulitan mendapatkan investasi yang dibutuhkan untuk menggerakkan roda perekonomian daerah. Dengan demikian, Bank Aceh tak dicap sebagai bank cari aman.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...