Unduh Aplikasi

Aturan Syariat Bisnis Halal

Aturan Syariat Bisnis Halal
Ilustrasi: ekonomi-bisnis

BISNIS perhotelan memang menggiurkan. Entah di saat konflik atau aman, bisnis ini tetap menggiurkan karena terus mendatangkan keuntungan.

Namun harusnya para pengusaha perhotelan di Aceh memastikan operasional bisnis mereka sesuai dengan aturan syariat Islam yang berlaku di daerah ini. Karena para pengusaha itu tidak hanya bertanggung jawab terhadap citra hotel yang mereka miliki. Mereka juga dituntut untuk menjaga citra Aceh.

Praktik prostitusi di salah satu hotel di Aceh Selatan, yang digerebek kepolisian beberapa hari lalu, adalah contoh ketidakpedulian manajemen hotel terhadap citra syariat Islam.

Beberapa hotel di Banda Aceh dan Lhokseumawe juga kerap dijadikan tempat praktik prostitusi atau disalahgunakan sebagai tempat mesum pasangan tidak menikah. Parahnya, pengguna hotel itu berasal dari kalangan yang seharusnya ikut bertanggung jawab terhadap pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Bisnis hotel yang sesuai dengan aturan syariat Islam sebenarnya lebih baik dan sangat menguntungkan. Secara bisnis, hotel tersebut dapat membangun citra yang baik sehingga menarik minat orang-orang, terutama dari kalangan birokrat, korporat atau keluarga, untuk menginap di tempat itu.

Tapi karena bisnis mereka dilakukan di Aceh, tak perlulah memasang label “hotel bersyariat Islam” di halaman depan. Para pengelola hotel cukup membuat rambu-rambu dan mengawasi potensi penyalahgunaan lokasi mereka untuk tempat mesum atau penggunaan narkoba.

Pemerintah daerah, baik di kabupaten atau di kota, harusnya mampu mengevaluasi dan membina pengusaha hotel. Mereka yang mampu menjaga hotel dijalankan sesuai dengan prinsip syariat Islam perlu mendapatkan penghargaan.

Demikian juga sebaliknya. Pengelola hotel yang membandel, atau lalai dalam mengawasi, harus diberi sanksi. Jika pelanggaran terus berulang, tak salah jika pemerintah daerah menutup hotel tersebut. Jangan sampai karena alasan investasi, semua hal dihalalkan.

Komentar

Loading...