Unduh Aplikasi

Aturan Konyol Bikin Repot

Aturan Konyol Bikin Repot
Ilustrasi: traveltext.

PEMERINTAH harus segera menghapus aturan tentang surat keterangan bebas Covid-19. Sejak Covid-19 menjadi pandemi, aturan ini menjadi kartu sakti dalam menentukan mobilitas penduduk, terutama saat menggunakan angkutan udara. 

Pemberlakuan surat tes Covid-19 ini tak bisa jadi bukti apapun seseorang saat hendak terbang berstatus bebas dari Covid-19. Hasil rapid tes, misalnya, tidak bisa dipegang sebagai pedoman bahwa yang bersangkutan bebas dari Covid-19 karena tingkat akurasi yang rendang.

Namun pemerintah tetap memaksakan agar setiap orang yang ingin melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang memiliki surat hasil rapit tes yang menunjukkan hasil nonreaktif. Selain hanya untuk urusan administratif, surat ini sama sekali tidak menjamin seseorang bebas dari Covid-19. 

Setali tiga uang, tes usap PCR juga tidak bisa dijadikan pegangan. Bukan karena hasil yang tidak akurat. Tes ini sebenarnya sangat efektif untuk membuktikan seseorang tidak tertular Covid-19. Namun usai menjalani tes, seorang calon penumpang bebas berkeliaran menunggu hasil tes keluar dan waktu keberangkatan. 

Kalau pemerintah benar-benar serius, seharusnya tes usap PCR dilakukan di bandara. Calon penumpang menjalani proses karantina setelah spesimen diambil dan tetap berada di lokasi yang bebas penularan hingga hasil keluar dan dia masuk ke pintu pesawat terbang. 

Bahkan yang paling menyedihkan, surat keterangan bebas Covid-19, baik dari hasil tes rapid maupun tes usap, memiliki masa berlaku 14 hari. Mungkin saat menjalani tes, si calon penumpang tidak tertular, namun surat itu tidak bisa menjamin si penumpang tidak tertular hingga masa berlaku surat itu berakhir. Karena satu jam setelah tes dilakukan, hasilnya bisa saja berbeda. 

Aturan-aturan yang merepotkan masyarakat itu seharusnya segera dicabut. Kementerian Perhubungan cukup menerapkan pemeriksaan suhu tubuh, memastikan penumpang mengenakan masker dan menjaga jarak serta meminimalkan kontak antara penumpang dengan petugas di bandara. 

Apalagi, petugas bandara juga tidak dites bebas Covid-19 setiap hari. Bukan tak mungkin, mereka juga bisa menjadi media penularan meski tidak berada di dalam pesawat udara. 

Komentar

Loading...