Unduh Aplikasi

Aturan Bikin Susah

Aturan Bikin Susah
Ilustrasi: Medium.

PENERAPAN aturan baru tentang kewajiban bagi pelancong untuk menjalani swab PCR atau rapid antigen benar-benar bikin susah. Seharusnya di tengah kelesuan ekonomi, pemerintah tidak perlu membuat aturan yang menghambat pergerakan ekonomi. 

Sejak awal, pemerintah lebih mempertimbangkan aspek ekonomi ketimbang kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pemerintah ogah memberlakukan karantina total atau lockdown karena tidak mampu menjamin perut rakyat.

Pilihannya adalah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar. Namun keputusan ini juga tidak benar-benar diambil untuk menyelamatkan kesehatan. Aturan hanya berlaku di daerah-daerah tertentu.

Parahnya, perpindahan orang dari satu daerah ke daerah lain juga tidak terkontrol. Pemerintah memang mengharuskan para penumpang pesawat terbang untuk menjalani rapid tes sebelum berangkat. 

Namun surat bebas rapid tes itu bukan jaminan bahwa seseorang tidak sedang mengidap Covid-19 saat berada di bandara. Karena setelah menjalani tes, orang tersebut masih bebas berkeliaran. Parahnya lagi, surat itu memiliki waktu kadaluarsa hingga 14 hari. 

Aturan-aturan ini juga hanya membuka celah pungutan liar atau pemerasan oleh oknum aparat negara yang berwenang mengawasi perpindahan orang di pos-pos penjagaan. Belum lagi, saat ini, ada pihak-pihak yang bisa mengeluarkan surat hasil swab PCR atau rapid tes tanpa perlu menjalani tes. 

Jika pemerintah mengklaim terjadi lonjakan kasus, maka cara yang harus dilakukan adalah dengan lockdown. Bukan dengan menerbitkan aturan yang seolah-olah peduli terhadap penanganan penyebaran corona, padahal tidak. 
 
Aturan-aturan itu harusnya dibuat dengan niat untuk memudahkan rakyat dan menyelamatkan nyawa mereka. Namun sepertinya, sejak awal pandemi, kita tak melihat aturan-aturan yang benar-benar dibuat untuk kepentingan rakyat banyak. 

Komentar

Loading...