Unduh Aplikasi

Atlet Silat Aceh Barat Ikut Kejuaraan Tanpa Bantuan Pemkab dan KONI

Atlet Silat Aceh Barat Ikut Kejuaraan Tanpa Bantuan Pemkab dan KONI
Atlet Aceh Barat menunjukkan medali setelah meraih juara umum III. Foto: Ist

ACEH BARAT - Atlit pencak silat Kabupaten Aceh Barat berhasil meraih juara umum III dalam pertandingan open turnamen piala Pemerintah Aceh yang berlangsung 3 April hingga 7 April 2021 yang dilaksanakan di Kota Banda Aceh.

Adapun para atlit Aceh Barat yang berhasil membawa harum nama Kabupaten itu yakni Rahmat Finandra, berhasil memperoleh mendali emas dalam kelas A Putra, Okta Noviani juga berhasil memperoleh mendali perak dalam kelas B Putri, Zakaria juga berhasil meraih medali perunggu dalam kelas C Putra, dan Ayu Aprilia, memperoleh medali perak untuk kelas C putri,

Akan tetapi dibalik kesuksesan para atlit puncak silat Aceh Barat itu dalam membawa tiga medali tersebut, ada cerita pilu selama mereka berangkat ke Banda Aceh membawa nama harum Bumoe Teuku Umar tersebut. Pasalnya para atlit itu nyaris berangkat tanpa biaya, lantaran tidak tidak ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat maupun Komite Olahraga Nasional Indonesi (KONI) Kabupaten Aceh Barat.

Beruntung ada perusahaan tambang bataubara PT Mifa Bersaudara yang membiayai para atlit tersebut untuk bertanding di Banda Aceh meski dengan biaya yang terbatas. Tidak adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat maupun KONI Aceh Barat, berdasarkan informasi yang diperoleh AJNN  Official atlit Pencak Silat Kabupaten Aceh Barat, Lilik Supanto

"Dari pemkab dan KONI tidak ada bantuan. Ya alasannya tidak ada anggaran, karena tidak ada dalam pos anggaran. Jadi kita di Bantu Mifa," kata Official Pencak Silat Aceh Barat, Lilik Supanto.

Dikatakan Lilik, dari bantuan Mifa tersebut pihaknya akhirnya mampu menanggung biaya sembilan atlit dan tiga official yang mendamping para atlit bertanding. Kata dia, bukan hanya tidak  menanggung biaya selama bertanding, akan tetapi selama ini untuk latihan Pemkab disana terutama KONI seakan tidak peduli dengan atlit-atlit Pencak Silat Aceh Barat itu.

Padahal, kata dia, KONI memiliki tanggung jawab dalam segala bidang olahraga, sebab lembaga itu merupakan induk cabang.

"Selama ini kami untuk latihan juag secara mandiri. Perhatian dari Pemkab tidak ada terutama KONI padahal mereka kan induk semua cabang. Harusnya tanggung jawab mereka," ujarnya.

Lilik berharap Pemkab terutama KONI kedepannya serius dan memberi perhatian kepada dunia olahraga, sebab para atlit yang bertanding selama ini tidak membawa nama pribadi, namun nama daerah.

Atas peristiwa itu, kata dia, mengesankan Pemkab Aceh Barat dan KONI terkesan tidak siap, harusnya sejak dari perencanaan ada pos anggaran bidang olahraga yang disiapkan bagi atlit. "Makanya ini saya nanti pulang ini mau ajak IPPSI (Ikatan Persatuan Pencak Silat Indoensia-red) duduk untuk membahas hal ini, sehingga kedepan kita bisa tahu kebutuhan anggaran dan cari pembiayaannya dimana," imbuhnya.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...