Unduh Aplikasi

Asprov PSSI Aceh Kubu Adly Tjalok Tolak Plt yang Ditetapkan Pusat

Asprov PSSI Aceh Kubu Adly Tjalok Tolak Plt yang Ditetapkan Pusat
Asprov PSSI Aceh kubu Adly Tjalok saat konferensi pers di sekretariatnya.

BANDA ACEH - Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Aceh yang diketuai Adly Tjalok, tidak mengakui adanya pelaksana tugas (Plt) Ketua Johar Lin Eng dan Plt Sekretaris Sukri yang ditunjuk PSSI Pusat untuk menggelar kongres pada 26 Januari 2018 di Banda Aceh.

Alasan mereka tidak mengakui adanya Plt tersebut karena dinilai Surat Keputusan PSSI pusat itu telah melanggar statuta yang ada. Apalagi surat ini muncul secara tiba-tiba kemudian langsung ditetapkan Plt.

Baca: Dua Versi PSSI Aceh akan Gelar Kongres

Hal itu sampaikan oleh Kordinator Askab/Askot dan Klub, Nazir Adam saat menggelar konferensi pers di sekretariat Asprov PSSI Aceh, Rabu (24/1), yang turut dihadiri oleh ketua Adly Tjalok dan sekretaris Khaidir TM.

"Ada apa dengan PSSI Pusat ada apa tiba-tiba tunjuk Plt, ini sangat tidak konsederen," kata Nazir Adam dalam jumpa pers tersebut.

Nazir menyampaikan, surat dari PSSI pusat tentang Plt tersebut turun pada 20 Desember 2017, dan pada masa itu kepengurusan Asprov Aceh di bawah pimpinan Adly Tjalok belum berakhir dan masih berlaku.

Selain itu, kata Nazir, dalam surat itu juga PSSI Pusat tidak menyebutkan apa kesalahan yang dilakukan Asprov, atau penyebab ditetapkannya Plt di saat masa kepengurusan mereka belum berakhir. Bukan hanya itu, jika memang ada kesalahan semestinya disampaikan atau harus diberikan surat peringatan terlebih dahulu.

"Tidak disebutkan apa kesalahan asprov sehingga di Plt kan, kalau ada kesalahan harus ada peringatan, tapi ini tidak, alasannya tidak jelas," ujarnya.

Nazir menjelaskan, sebenarnya syarat pemberhentian pengurus harus melalui kongres biasa atau membuat kongres luar biasa, tapi ini tidak dilakukan. Dan bahkan juga tanpa usulan anggota. Seharusnya pusat kalau ada sesuatu harus dilakukan pemanggilan. Karena itu mereka sudah membuat pernyataan sikap menolak adanya Plt PSSI Aceh tersebut.

"Ini pernyataan sikap, dan diteken oleh 33 klub sepakbola di Aceh, semua menolak adanya Plt," jelas Nazir Adam sambil menunjukkan pernyataan sikap kepada awak media.

Untuk itu, Nazir meminta pusat segera meninjau ulang surat keputusan, jangan sampai nanti akan ada dua PSSI di Aceh.

Dia menegaskan, mereka tetap melaksanakan kongres pada 28 Januari ini, dan pihaknya berjanji tidak akan mengikuti kongres yang dilaksanakan Plt pada 26 Januari 2018.

"Undangan sudah ada, kita tidak akan ikut," tegasnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Asprov PSSI Aceh, Adly Tjalok, kata dia, kongres versi Plt itu tidak sah karena sudah melanggengkan statuta dan melanggar waktu kepengurusan mereka yang belum habis atau masih berlaku tanpa adanya pencabutan SK.

"Kongres mereka tidak sah, karena Plt melanggar statuta. Seharusnya SK kami dicabut dulu, baru ada Plt, tidak bisa begitu saja," tutur Adly Tjalok.

Komentar

Loading...