Unduh Aplikasi

Aset SMK 3 Tak Kunjung Dikembalikan, DPRA Bakal Tempuh Jalur Hukum

Aset SMK 3 Tak Kunjung Dikembalikan, DPRA Bakal Tempuh Jalur Hukum
Sidak Anggota DPRA Jamaluddin ke SMK 3 Banda Aceh. Foto: Tommy

BANDA ACEH - Anggota DPRA, Jamaluddin T.Muku melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Banda Aceh di kawasan Lhong Raya. Saat sidak ditemukan sejumlah alat praktek siswa tata boga dipindahkan ke tempat lain bahkan dibisniskan.

"Saya temukan alat praktek untuk siswa boga sudah pindahkan oleh dinas pendidikan, apalagi didapatkan informasi alat tersebut dibisniskan untuk usaha katering di tempat lain," kata Jamaluddin T.Muku disela-sela sidak, Senin (15/1).

Sejumlah alat praktek aset milik SMK 3 Banda Aceh itu merupakan bantuan dari Jerman untuk penunjang belajar mengajar siswa jurusan tata boga.

Namun, kata Jamaluddin ada sejumlah peralatan dapur yang selama ini digunakan untuk praktik anak-anak jurusan tata boga yang dipindahkan itu berdasarkan surat Dinas Pendidikan Aceh tertanggal 24 Mei 2017.

Baca: Alat Dipindah ke Lampineung, SMK 3 Banda Aceh Kekosongan Alat Praktek

Dalam surat tersebut, pemindahan digunakan untuk menunjang kegiatan katering haji. Dan peralatan yang dipindahkan akan tersebut diganti dengan pengadaan peralatan baru tahun anggaran 2017.

"Hingga saat ini peralatan tersebut tidak dikembalikan. Peralatan dapur tersebut untuk kebutuhan praktikum anak didik untuk dibisniskan. Ini jelas telah melanggar hukum," tegasnya.

Persoalan ini, kata Jamaluddin sebelumnya telah disampaikan ke Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, bahkan telah memerintahkan dinas terkait segera mengembalikan aset milik SMK negeri 3 Banda Aceh.

"Pak Wagub telah memerintahkan untuk dikembalikan, namun permintaan Wagub tidak ditanggapi dengan serius. Hasil sidak ini akan saya sampaikan lagi ke pak Nova," kata Jamaluddin Muku.

Jika 41 item aset tersebut tidak dikembalikan, lanjut Jamaluddin pihaknya akan melaporkan perkara tersebut ke polisi agar aparat penegak hukum mengusutnya.

"Saya akan laporkan ke penegak hukum, biar mereka yang mengusut," ujarnya.

Sementara, Kepala sekolah SMK 3 Banda Aceh, Saifullah mengakui saat ini pelajar jurusan tata boga kesulitan dalam melaksanakan praktikum sejak alat-alat tersebut dipindahkan.

"Jadi sekarang kalau praktek mengunakan alat seadanya sejak kekurangan peralatan di ruang praktikum," ungkapnya.

Komentar

Loading...