Unduh Aplikasi

Aset Perbankan Syariah di Aceh Capai Rp 5,5 Triliun

Aset Perbankan Syariah di Aceh Capai Rp 5,5 Triliun
Foto: Net
BANDA ACEH - Sebagai provinsi yang menerapkan syariat islam, Aceh menjadi daerah potensial bagi pertumbuhan Bank Syariah. Total aset perbankan syariah di kota Berjuluk Serambi Mekkah itu mencapai Rp 5,5 triliun.

"Pertumbuhan industri jasa keuangan syariah di Aceh terus meningkat, per Juni 2016, total aset perbankan syariah di Aceh mencapai Rp 5,5 triliun, dan ini pertumbuhan yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah secara nasional," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera, Ahmad Sukro Tratmono disela pameran Nasional Keuangan Syariah Fair 2016 di Banda Aceh, (Jumat 26/8).

Adapun untuk aset pembiayaan dan dana pihak ketiga (masyarakat) lanjutnya, masing masing mencapai Rp 3 triliun dan Rp 3,6 triliun. Sementara dari sisi keuangan non bank, total aset Rp 314 triliun dan untuk total pembiayaan Rp 61,27 triliun.

"Yang sangat mengembirakan di pasar modal syariah. Dimana per 19 Agustus 2016 kapitalisasinya mencapai Rp 3.256 triliun, atau Rp 29,48 persen atau lebih tinggi dari kapitalisasi nasional yang hanya 19,6 persen," kata Ahmad.

Dikatakan Ahmad pemerintah terus mendorong perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia. Untuk mewujudkan hal itu, OJK telah mengambil lima kebijakan strategis. Kebijakan itu diantarannya meningkatkan kordinasi antar seluruh stakeholder keuangan syariah baik pemerintah, pelaku industri dan steakholder lainnya.

"Kedepan kami terus berupaya memperbesar basis konsumen di daerah dengan melakukan edukasi dan sosialisasi tentang keuangan syariah, sehingga semakin dikenal masyarakat. Melakukan harmonisasi peraturan dan kebijakan, dan memperkuat kualitas SDM serta memperbanyak keanekaragaman produk. Kami mengapresiasi langkah Pemerintah Aceh mengkonversi Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah, yang saat ini bank syariah terbesar kelima di Indonesia," katanya.

Pameran Keuangan Syariah Aceh Fair yang digelar di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh merupakan kegiatan keempat dari lima kegiatan OJK yang merupakan bagian kampanye nasional aku cinta keuangan syariah, yang diresmikan Presiden Jokowi 14 juli 2015 lalu. Pemilihan Banda Aceh tidak lepas dari potensi Kota Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh yang dinilai penggerak perekonomian serta pusat perdagangan.

"Dari kegiatan ditiga kota sebelumnya kami mendapat penambahan account baik tabungan maupun pembiayaan, dan asuransi lebih dari 5 ribu. Mudah mudahan di Aceh bisa lebih 10 ribu, sehingga semua mendapat berkah keuangan syariah," kata Ahmad. 

Komentar

Loading...