Unduh Aplikasi

Asa Petani Padi di Agara

Asa Petani Padi di Agara
Foto: Ist

ACEH TENGGARA - Sejumlah petani di Aceh Tenggara (Agara) terlihat sudah mulai menggarap lahan sawah mereka dengan asa yang baru, berharap hasil tani pada tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan pantauan AJNN di beberapa kecamatan di kabupaten Aceh Tenggara sudah merata petani Agara menghadapi musim tanam komoditi jenis padi.

Diantaranya, Kecamatan Bambel, Lawe Sumur, Bukit Tusam, Lawe Sigala-Gala, Simpang Semadam, Lawe Alas, Lawe Bulan dan Darul Hasanah sudah dalam penggarapan. Para petani di sejumlah kecamatan tersebut memiliki harapan yang sama.

Seperti pengakuan dari salah seorang petani, Hasan, yang ditemui AJNN (3/1) di Kecamatan Bambel. Ia berharap pada tahun ini hasil taninya lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Saya berharap hasil pertanian tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya," katanya.

Selain itu, ia berharap untuk tahun ini ada pengawasan untuk hasil panen mendatang, karena menurutnya pada tahun sebelumnya para petani Agara sangat tercekik dengan harga gabah yang sangat rendah, lain lagi para tengkulak yang memanfaatkan kondisi tersebut.

"Maunya ada pengawasan untuk hasil panen mendatang, karena tahun sebelumnya kami petani tercekik dengan harga gabah yang rendah, lain lagi para tengkulak yang memanfaatkan kondisi tersebut," ungkap Hasan.

Sementara itu di tempat terpisah Sudirman, warga Engkeran Kecamatan Lawe Lawe Alas mengaku pada musim tanam kali ini khususnya petani Kecamatan Lawe Alas merasakan was-was dengan hasil panen kedepannya, karena takut gagal panen dan merugi.

"Saya was-was dalam menggarap pertanian tahun ini, karena pengalaman saya pada tahun sebelumnya hampir gagal panen dan merugi," katanya.

Menurutnya hal tersebut terjadi karena tahun sebelumnya hampir gagal panen karena susah mendapatkan pupuk bersubsidi, ongkos bajak sawah yang cukup tinggi, lain lagi saat panen tiba harga gabah merosot turun.

"Susah mendapatkan pupuk bersubsidi, ongkos bajak sawah tinggi, saat panen tiba harga gabah malah merosot turun," ungkapnya.

Kepala Disperindag Aceh Tenggara Nazmi Desky melalui Kabid Perdagangan Salamin kepada AJNN di ruang kerjanya (4/1) mengatakan, untuk pengawasan dan penanganan harga gabah pada tahun 2020 lalu belum bisa di tangani dengan baik. Sehingga pihaknya mengupayakan pengawasan dan penanganan untuk tahun 2021 ini. Dengan membuat regulasi sebuah kebijakan agar saat panen harga gabah tidak turun.

"Kita akan membuat regulasi kedepannya, agar harga gabah tidak turun pada musim panen tiba, kita akan usulkan sebuah kebijakan pemerintah yang kita atur supaya tidak melanggar peraturan yang lain dalam membuat patokan harga skala kabupaten" katanya.

Ia juga menambahkan, bahwa pihaknya akan mendata semua pembeli terhadap komoditi pertanian (gabah) dan setiap pembeli harus memiliki (TDG) Tanda Daftar Gudang.

"Kedepannya, kita akan mendata semua pembeli komoditi hasil pertanian Karena harus ada (TDG) Tanda Daftar Gudang nya", sambungnya.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan untuk menstabilkan harga komoditi hasil pertanian terkhusus komoditi padi, pihaknya akan membuat semacam lelang komoditi hasil pertanian.

Sementara itu, ia juga mengimbau kepada para petani agar optimis untuk menggarap pertanian mereka.

"Untuk para petani harus optimis karena kami akan mengusahakan untuk hasil panen mendatang harga gabah akan stabil dengan membuat sebuah kebijakan patokan harga skala kabupaten," tutupnya.

RIKI

Komentar

Loading...