Unduh Aplikasi

Aryos: Adi Laweung Jangan Baper

Aryos: Adi Laweung Jangan Baper
Aryos Nivada dan Adi Laweung. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Juru Bicara Partai Aceh (PA) Suadi Sulaiman alias Adi Laweung menilai pernyataan Pengamat Politik dan Keamanan Aceh Aryos Nivada merupakan bentuk alerginya terhadap Partai Aceh. Bahkan Adi menawarkan Aryos masuk Partai Aceh dari pada mengkritisi kinerja PA di luar ring.

Menyahuti tudingan dan ajakan tersebut, Aryos berterima kasih kepada Adi Laweung maupun pihak lainnya yang menawarkan peluang untuk terlibat dalam partai politik.

“Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Adi Laweung yang telah menawarkan peluang untuk bergabung dengan salah satu partai lokal yang memiliki kekuatan yang cukup diperhitungkan di Aceh, yaitu Partai Aceh," katanya.

Aryos mengaku bukan kali ini saja mendapat tawaran bergabung dari partai baik lokal maupun nasional, bahkan sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.

Baca: Adi Laweung: Aryos Alergi Partai Aceh

"Namun pada kesempatan kali kembali saya harus menegaskan bahwa tubuh saya ini tidak cocok untuk bergabung dengan partai politik, terutama Partai Aceh. Lagipula bila saya bergabung dengan partai Aceh, saya khawatir justru peluang Adi menjadi bintang di Partai Aceh semakin meredup. Belum lagi berbicara elektabilitas Adi yang juga semakin kecil dengan kehadiran saya. Karena itu Biarlah Adi Laweung yang terus berkiprah di partai politik. Karena tubuhnya memang mendukung hal tersebut. saya tidak ingin menganggu karir beliau di PA ” ujar Aryos.

Terkait tudingan alergi terhadap PA, Aryos mengatakan tudingan Adi Laweung salah besar. Karena dirinya merasa tidak alergi terhadap partai manapun, baik partai lokal maupun nasional.

“Perlu dicatat, bahwa saya tidak pernah alergi dengan partai lokal maupun partai nasional manapun. Khususnya Partai Aceh yang memiliki sejarah tersendiri dalam peta perpolitikan Aceh. tudingan kami hanya mengkritisi Partai Aceh adalah tidak berdasar dan tidak sesuai kenyataan. Silahkan dicross chek rekam jejak saya baik di media cetak maupun media online. Tidak hanya partai Aceh saja yang pernah kita kritisi, namun termasuk partai lainnya seperti PAN, Gerindra, PKS dan lainnya," jelas Aryos.

"Jadi dalam hal ini saya melihat Adi laweung terlalu Baper (Bawa perasaan) sehingga terkesan kami mengkritisi kinerja Partai Aceh. Padahal semua partai tidak luput dari pemantauan kami sebagai masyarakat sipil,“ tambah Aryos.

Terakhir, aryos mengatakan bahwa sebaiknya partai di Aceh baik lokal maupun nasional tidak alergi dengan masukan dan kritik terhadap kinerjanya.

Sebagai bagian dari elemen sipil, Aryos mengimbau partai untuk tidak alergi dengan masukan dan kritikan. Sebab kritikan merupakan bagian dari proses demokratisasi di sebuah wilayah.

"Hal ini menjadi indikator seberapa siap partai untuk terlibat dalam proses demokratisasi. Alergi dengan kritik berarti partai anti terhadap demokrasi itu sendiri,” katanya.

Komentar

Loading...