Unduh Aplikasi

Aryaudin Klarifikasi Amplop THR ke Polres Simeulue

SIMEULUE-Anggota DPRK Simeulue Aryaudin menyambangi Kepolisian Resort Simeulue mengkalrifikasi beredarnya amplop THR di DPRK setempat. Dirinya mengaku amplop berisikan uang jutaan itu berasal darinya dan menampik isu keterlibatan bupati Riswan dan PT Kasamaganda.

"Benar, Aryaudin datang ke Polres kemarin (Jumat). Kita belum mengeluarkan surat perintah penyelidikan dia (Arya) sudah datang. Dia mengklarifikasi terkait uang amplop yang diterima beberapa anggota dewan. Uang itu diakui berasal dari Arya dengan alasan bagi-bagi rejeki. Yang mendapat uang itu hanya sembilan anggota dewan, menurut keterangannya ke saya," ujar Kapolres AKBP Drs. Edi Bestari saat ditanyai AJNN, Sabtu (24/10/2015).

Berdasarkan keterangan Arya ke Kapolres, penyaluran uang tadi tidaklah dibagikan kepada sembilan anggota dewan. Sebaliknya, anggota yang mendapat amplop tersebut mendatangi rumah Arya yang terletak di Jalan Melur Desa Sinabang untuk mengambil masing-masing amplop.

"Kita sudah membentuk tim investigasi intelijen penyelidikan terkait uang amplop ini. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kasat Reskrim," sebut Kapolres.

Edi menambahkan informasi dari Arya akan dikembangkan. Jika terbukti uang tersebut berasal dari PT Kasamaganda, anggota DPRK bisa dijerat dengan UU korupsi. Sebaliknya, kata Edi, jika uang tadi merupakan uang Arya sendiri, para wakil rakyat yang menerima tidak bermasalah dengan hukum. Dan kepolisian saat ini telah membentuk tim investigasi intelijen penyelidikan terkait dugaan uang amplop tersebut.

Senada dengan itu, Kasat Reskrim Ipda Irwansyah membenarkan uang suap yang beredar itu berasal dari uang pribadi Aryaudin. Keterangan Arya kepada kepolisian merupakan klarifikasi yang belum dituangkan dalam Beita Acara Perkara (BAP). Pasalnya, polres setempat masih dalam tahap pengumpulan bukti dan data untuk mengajukan penyelidikan dan penyidikan.

"Penyelidikan dan penyidikan terhadap anggota dewan ini butuh persetujuan Gubernur. Jadi kita sedang kumpulkan data untuk meminta persetujuan Gubernur guna penyelidikan," katanya.

Dari sembilan anggota dewan yang dimaksud termasuk ke tiga pimpinan dewan. Pembagian rejeki ala Aryaudin ini menimbulkan berbagai pertanyaan. Kendati begitu, keterangan Arya masih diragukan kebenarannya meski berdalih uang tersebut berasal dari dirinya sendiri.

Keterangan yang sama diberikan Arya terkait asal-usul uang amplop tadi saat dikonfirmasi AJNN, Selasa (20/10/2015). Namun, Arya hanya mengakui pembagian uang amplop untuk tujuh anggota DPRK bukan sembilan anggota seperti klarifikasinya ke pihak kepolisian.

SEPTIAN

Komentar

Loading...