Unduh Aplikasi

PENOLAKAN REKTOR PEREMPUAN

Arabiyani: Permintaan Mundur Inayatillah Adalah Pelecehan

Arabiyani: Permintaan Mundur Inayatillah Adalah Pelecehan
Arabiyani. Foto: Fadli Abdullah

BANDA ACEH - Perwakilan Gerakan Perempuan Aceh, Arabiyani angkat bicara terkait penolakan Innayatillah sebagai rektor di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh.

Arabiyani sangat menyayangkan jika penolakan Innayatillah itu dilatarbelakangi jenis kelaminnya sebagai seorang perempuan.

Kata dia, secara hukum tidak ada frasa yang melarang perempuan menjadi pemimpin, pada jabatan ketua/rektor STAIN/UIN. Perempuan dan laki-laki setara kedudukannya di mata hukum khususnya untuk jabatan publik.

Baca: Rektor Baru STAIN Dirundeng Perempuan, Mahasiswa Menolak

"Bagi saya jelas, permintaan mundur atas alasan meragukan kemampuan kinerja Kak Inayatillah adalah sebuah pelecehan,"katanya.

Arabiyani menyebutkan, apabila memang dirasakan ada persoalan etika atau peraturan hukum yang dilanggar dalam proses pemilihan, sebaiknya ditempuh melalui jalur hukum.

"Dengan cara seperti ini, setidaknya ada pembuktian yang legal sebagai landasan pergantian," kata Caleg DPRA Dapil Bireuen dari Partai Aceh itu.

Arabiyani juga mengucapkan selamat kepada Dr Inayatillah, M.Ag yang telah dilantik Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di Kementrian Agama Jakarta sebagai Pemimpin di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (STAIN TDM). Dalam waktu dan tempat yang bersamaan juga dilantik Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A. sebagai pemimpin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh (TDM) menggelar aksi menolak Ketua STAIN baru, Innayatillah. Bahkan mahasiswa meminta Innayatillah untuk segera mengundurkan diri. Aksi berlangsung Selasa (8/1) sekitar pukul 16.00 WIB, di halaman kampus setempat.

Alasan penolakan, karena para mahasiswa menilai saat ini masih banyak persoalan di kampus yang baru saja dinegerikan. Dalam tuntutannya, mahasiswa juga meminta agar Kementerian Agama memberikan jabatan Ketua STAIN kepada kaum laki-laki, karena dinilai dengan diberikan kepada laki-laki, kebutuhan insfrastruktur cepat teratasi.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak Kemenag merevisi Peraturan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan yang telah diselenggarakan oleh pemerintahan.

Bahkan, mahasiswa meminta Kemenag untuk meninjau kembali penetapan Innayatillah sebagai Ketua STAIN TDM Meulaboh. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa itu juga mengancam akan melakukan pemboikotan kampus serta menggelar aksi dengan jumlah mahasiswa lebih banyak.

Komentar

Loading...