Unduh Aplikasi

Arabiyani: Perempuan Jangan Dikorbankan dan Dicederai Rasa Keadilannya dengan Qanun “Poligami”

Arabiyani: Perempuan Jangan Dikorbankan dan Dicederai Rasa Keadilannya dengan Qanun “Poligami”
Arabiyani. Foto: Fadli Abdullah

BANDA ACEH - Perwakilan Gerakan Perempuan Aceh, Arabiyani, S.H., M.H menyampaikan tanggapaannya terkait melegalkan poligami yang digodok melalui rancangan qanun (raqan) hukum keluarga oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

"Kita harus mendiskusikan dimensi apa yg ingin dicapai oleh qanun tersebut. Biasanya Naskah Akademik akan mencerminkan ini," kata Arabiyani kepada AJNN, Sabtu (6/7).

Menurutnya, harus dipastikan perempuan tidak dikorbankan oleh penafsiran-penafsiran yang tak melihat persoalan secara holistik.

"Saya mengajak DPRA tidak terburu-buru dengan qanun ini. Jangan hanya mengejar target penyelesaian qanun, tapi miskin subtansi dan tidak aplikatif. Yang kita inginkan adalah hukum mewujudkan keadilan kepada semua," katanya.

Baca: Aceh akan Legalkan Poligami, Digodok Melalui Raqan Keluarga

Arabiyani mengajak semua pihak agar tidak prejudis dulu. Tapi, marilah membawa isi qanun tersebut ke dalam diskusi mendalam dengan melibatkan berbagai prespektif.

"Jangan sampai qanun tersebut malah mencederai rasa keadilan yang justeru dilarang oleh agama itu sendiri," katanya.

Diberitakan sebelumnya, wacana Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk melegalkan poligami mulai digodok melalui rancangan qanun (raqan) hukum keluarga.

Nantinya, dalam raqan hukum keluarga itu, akan ada beberapa pasal dan poin-poin yang mengatur tentang perkawinan, perceraian, perwalian hingga poligami.

Wakil Ketua Komisi VII DPRA, Musannif mengatakan, raqan keluarga itu sudah mulai dibahas sejak akhir 2018 lalu. Kemudian, dalam waktu dekat akan di bawa ke sidang rapat dengar pendapat umum (RDPU), dijadwalkan pada awal Agustus 2019.

Musannif menuturkan, melegalkan poligami tersebut bukan tanpa alasan yang jelas. Wacana itu digodok mengingat maraknya nikah siri saat ini di Aceh. Apalagi, dalam hukum islam juga diperbolehkan tentang poligami.

“Karena maraknya nikah siri, tapi pertanggungjawaban kepada tuhan, dan anak yang dihasilkan dari kawin siri ini lemah,” kata Musannif saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (6/7).

Dalam raqan itu nantinya juga disebutkan syarat-syarat bagi pria yang ingin berpoligami, mereka diwajibkan memperoleh izin dari istri pertamanya.

Komentar

Loading...