Unduh Aplikasi

April, Menteri ESDM Umumkan Nama Kepala BPMA

April, Menteri ESDM Umumkan Nama Kepala BPMA
Business Management Support, Satuan Kerja Khusus Minyak Bumi dan Gas (SKK Migas), Azhari Idris.
ACEH BARAT - Kementerian Energi, Sumber Daya Alam (ESDM) dikabarkan akan segera mengumumkan Kepala Badan Pengelolaan Minyak Bumi dan Gas Aceh (BPMA).

Hal tersebut disampaikan, Business Management Support, Satuan Kerja Khusus Minyak Bumi dan Gas (SKK Migas), Azhari Idris, Selasa (30/3) usai mengisi acara sosialisasi pembentukan BPMA di Aula Sekdakab Aceh Barat.

Menurutnya, jika dilihat dari Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Bersama Minyak dan Gas Bumi Di Aceh, maka BPMA sudah terbentuk setelah satu tahun PP tersebut dikeluarkan.

"Gubernur Aceh sudah mengajukan tiga nama calon kepala BPMA, April nanti Pak Menteri ESDM akan mengumumkan satu nama, dan Mei BPMA sudah terbentuk ,” kata dia.

Setelah kepala BPMA diumumkan, kata dia, tugas utama kepala adalah melakukan proses seperti merekrut pegawai, mencari kantor dan lainnya yang berhubungan dengan kepentingan lembaga itu.

Sebelum terbentuknya BPMA, jelasnya, tim SKK Migas juga terus melakukan kegiatan rutin tentang edukasi (pendidikan) publi,k kegiatan industri hulu migas di Indonesia khususnya di Aceh.

"Untuk Aceh, itu penting dilakukan karena sesuai dengan PP Nomor 23 Tahun 2015 tersebut, dimana kedepannya pengelolaan industri migas akan langsung dilakukan sendiri dibawah BPMA," imbuhnya

Menurutnya, sosialisasi tersebut telah dilakukan di beberapa perguruan tinggi di Aceh seperti Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, perguruan tinggi di Aceh Timur, Akademi Komunitas Negeri (AKN) Meulaboh. Dan dengan Pemerintah kab/kota serta DPRK yang ada di Aceh.

"Sehingga dengan edukasi ini bisa dipahami oleh semua komponen masyarakat di Aceh, apakah itu pers, DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ungkapnya.

Setelah BPMA terbentuk, maka lembaga tersebut memiliki peran dan tanggungjawab terkait promosi kepada kalangan investor untuk berinvestasi. "Setelah terbentuk BPMA, secara otomatis SKK Migas tidak lagi berada di Aceh," jelasnya.

Dirinya berharap, BPMA mampu membawa pulang putra putri Aceh yang saat ini berkerja di sejumlah perusahaan tambang di dunia untuk bekerja di lembaga tersebut. Apalagi putra putri Aceh yang selama ini bekerja di perusahaan tambang yang ada di luar negeri memiliki posisi penting dunia pertambangan.

"Beberapa tahun lalu Pemerintah Aceh mengeluarkan beasiswa untuk putra putri Aceh, beberapa diantara mereka mengambil ilmu perminyakan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Azhari juga menyebutkan, saat ini untuk sumur migas di Aceh ada 11 block yang sedang dikelola, dan kesemuanya berada di pantai utara dan timur Aceh.

Selain itu, dirinya menambahkan, ada tiga perusahaan yang sedang melakukan pengembangan, yaitu Medco Indonesia, ENI Indonesia LTD. Sedangkan yang sudah melakukan produksi, yaitu Pertamina Hulu Energi (sebelumnya Exxon Mobil), Pertamina EP.

"Ada beberapa perusahaan yang sedang melakukan eksplorasi," tambahnya.
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...