Unduh Aplikasi

Aparat desa khawatir kegiatan misionaris di Pulau Siumat Simeulue

SIMEULUE - Aparat dan tokoh Desa Pulau Siumat Kecamatan Simeulue Timur khawatirkan kegiatan misionaris yang rutin mendatangi Pulau Siumat.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, Syahrul yang ditemui AJNN.Net. Rabu (12/2).

"Ya kita khawatirlah dengan kegiatan pendeta itu di wilayah desa kita. Karena setiap satu minggu sekal ada pendeta yang datang dan menginap di desa kita," kata Syahrul.

Bahkan kedatangan dan kegiatan mereka tidak kita ketahui dan tidak ada yang melapor. Padahal dalam aturan, setiap 1x24 jam harus melapor bagi warga yang memasuki dan menginap di Pulau Siumat.

"Hasil pantauan dan laporan bahwa ada seorang pendeta perempuan sering masuk kewilayah kita dan sering menginap. Seharusnya mereka itu harus melapor 1x24 jam," imbuh Syahrul.

Hal senada juga diunkapkan tokoh masyarakat pulau Siumat, Al Mahdi, ia Juga mengkhawatirkan dengan pengalaman bahwa salah seorang muallaf sempat diajak misionaris untuk kembali kepada agama yang semula dianutnya.

"Dulu pernah kejadian, seorang muallaf atas nama Budiman alias Amarita yang diajak masuk agak kristen. Maka kami sangat khawatir dengan kegiatan misionaris itu," kata Al Mahdi.

Keduanya, merincikan saat ini salah seorang misionaris bersama 6 Kepala Keluara (KK) atau 34 jiwa keturunan Nias, Sumatera Utara menggunakan rumah Amapoli warga Pulau Siumat untuk melakukan kegiatan agama kristen.

Adapun Muaallaf di pulau Siumat sebanyak 20 Kepala keluarga (KK) atau 30 jiwa. Keturunan dari Nias, Sumatera Utara, yang telah puluhan tahun menetap di Kabupaten Simeulue.

|AHMADI
Iklan Pemutihan BPKB- Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...