Unduh Aplikasi

Apa Karya Yakin Pusat Tak Kabulkan Bendera Bulan Bintang

Apa Karya Yakin Pusat Tak Kabulkan Bendera Bulan Bintang
Calon Gubernur Aceh Zakaria Saman
BANDA ACEH - Selain mengutarakan alasan pencalonan dirinya sebagai Gubernur Aceh dalam pilkada 2017, Zakaria Saman, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya realisasi dari butir kesepakatan damai antara Pemerintah RI dan GAM. Hal itu diutarakan Zakaria saat bersilaturahmi ke sekretariat bersama (Sekber) wartawan di Banda Aceh, beberapa hari yang lalu.

"Menyo prinsif lon, bendera nyan (Bintang Bulan) han di bie le pusat. Saya yakin jika masih menggunakan simbol bintang bulan tidak akan dikabulkan pemerintah pusat,"kata Zakaria Saman.

Keyakinan tersebut menurut pria yang akrab disapa Apa Karya itu, berdasarkan hasil beberapa kali pertemuannya dengan wakil presiden Yusuf Kalla. Sebagai mantan petinggi GAM lanjut Apa Karya dirinya sangat berharap polemik qanun Bendera dan lambang Aceh dapat segera selesai sehingga pemerintah Aceh dapat memikirkan kebutuhan mendasar bagi masyarakat Aceh.

"Bendera itu kita letakkan dulu. Nanti setelah rakyat aceh sejahtera dan sudah normal, baru kita bahas lagi. Kalau perlu kita buat referendum,"kata Apa Karya.

Menurut Apa Karya polemik qanun bendera dan lambang harus telah selesai jika pemerintah Aceh tidak bersikeras menggunakan simbol bintang bulan sebagai bendera dan lamban Aceh. Banyak simbol yang dapat digunakan agar persoalan tersebut dapat segera selesai.

"Kalau tidak dikabulkan bisa kita cari lambang dan simbol lain dengan ditambah peudang dibawah misalnya. Kalau bendera itu (ditambah pedang) yang kita jadikan lambang bisa kita satukan orang Aceh. Jangan berkeras tapi yang penting UUPA terealisasi,"ujar Apa Karya.

Dia mengingatkan agar pemerintah segera menyelesaikan realisasi point point kesepakatan damai itu sebelum kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla berakhir. "Nanti lain presiden lain lagi kebijakannya. Perlu diingat Jokowi-Jk tinggal 2 tahun lagi,"pungkasnya. (Arman Konadi)

Komentar

Loading...