Unduh Aplikasi

Apa Karya: Meunyoe Hana Sesuai Qanun, Dudoe Meupaloe

Apa Karya: Meunyoe Hana Sesuai Qanun, Dudoe Meupaloe
Zakaria Saman. Photo: antara

BANDA ACEH - Salah satu tokoh perdamaian Aceh, Zakaria Saman kembali angkat bicara terkait rencana pengukuhan kembali Malik Mahmud Al-Haytar sebagai Wali Nanggroe Aceh periode 2018-2023, malam ini Jum'at (14/12) di Gedung DPRA.

Menurut Apa Karya, saat sedang memegang jabatan apapun boleh dilakukan, tetapi jika tidak sesuai dengan Undang-undang atau Qanun ditakutkan kedepannya tidak berjalan baik.

"Nyoe bak loen, meunyoe na kuasa peugoet barang kapeu jet, tetapi beunyoe hana sesuai ngoen Undang-undang atau ngoen qanun, nyan berarti ludoe meupaloe, (kalau sama saya, selagi ada kekuasaan buat apapun boleh, tetapi bila tidak sesuai dengan UU atau Qanun, berarti kedepannya bermasalah)," kata Apa Karya-sapaan akrab Zakaria Saman- kepada AJNN, Jum'at (14/12).

Baca: Malik Mahmud Dipilih Kembali Tanpa Unsur Alim Ulama Kabupaten/Kota

Apa mengatakan, setelah Pemerintahan Aceh baik Guberur atau DPRA masih ada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), kemudian jika di Aceh sudah menyetujui ini, bagaimana nantinya kalau Mendagri tidak bersepakat, apa yang akan dilakukan selanjutnya, apakah lobi, serta juga bagaimana dengan pengadilan.

"Diateuh langet na langet lom, diateuh Gubernur, diateuh DPRA na Menteri Dalam Nanggroe (Diatas langit masih ada langit, diatas Gubernur, diatas DPRA ada Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Meunyoe tanyoe ta oe, ijih han di oe, hoe ta neujak (Kalau kita setuju, disana tidak, mau kemana)," ujarnya.

Apa Karya menuturkan, Kemendagri mempunyai penerjemah sendiri dan sangat paham dengan aturan dan jika nantinya benar-benar tidak disepakati, apa yang bisa dilakukan lagi. Begitu juga, lanjut apa, disampaikan Prof Husni Jalil, walaupun banyak pihak mengatakan diterima disini, tetapi bagaimana kalau di Pengadilan.

"Sadari-sadarilah, nyan but beu meu aturan (Sadarilah, apa yang dibuat harus sesuai aturan)," ungkap Mantan Menteri Pertahanan GAM itu.

Apa menuturkan, sebenarnya tidak boleh mengambil kesimpulan yang bahwa seperti ini atau seperti itu, tetapi harus melihat apa yang terjadi. Karena bila awalnya buruk maka akan berakhir buruk, tapi jika didasar perbuatan baik pasti tidak akan buruk.

Tetapi, pria tersebut menyerahkan sepenuhnya kepada orang yang berbuat serta yang menerimanya. "Terserah bak ureung yang peubeut dan ureung teurimong, (Terserah sama orang yang buat dan orang terima," pungkas Apa Karya.

Komentar

Loading...