Unduh Aplikasi

Apa Karya: Kinerja WN Saat Ini Tidak Bermanfaat Sama Sekali

Apa Karya: Kinerja WN Saat Ini Tidak Bermanfaat Sama Sekali
Zakaria Saman alias Apa Karya (paling kiri), saat diskusi publik bertema Quo Vadis Lembaga Wali Nanggroe diselenggarakan Alsa LC Usyiah bekerjasama dengan LKBH FH Unsyiah, Senin (10/12/2018). Photo: Ist

BANDA ACEH - Salah satu tokoh perdamaian Aceh, Zakaria Saman alias Apa Karya mangaku dirinya yang pertama menunjuk Malik Mahmud Aceh menjadi Wali Nanggroe Aceh.

"Saya hari itu yang tunjuk Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe, apapun pertanyaannya saya jawab, ulama manapun yang bertanya saat itu saya jawab dan saya bertanggung jawab. DPRA saya panggil saya bilang anda harus sokong ini," kata Apa Karya dalam diskusi publik bertema Quo Vadis Lembaga Wali Nanggroe yang diselenggarakan Alsa LC Usyiah bekerjasama dengan LKBH FH Unsyiah, Senin (10/12/2018).

Menurut Apa Karya, saat itu dirinya juga mengingatkan agar Malik Mhmud sebagai Wali Nanggroe dapat menjadi sosok pemersatu bagi masyarakat Aceh. Dan permintaan itu lanjut Apa Karya, diamini Malik Mahmud meski perlahan-lahan semua pesan dinilai diabaikan.

"Dia tak dengar, maka saya berhenti," kata Apa Karya.

Apa Karya menyebutkan sosok Wali Nanggroe tidak harus pintar berkhutbah di masjid karena Wali Nanggroe berada dibelakang ulama. Namun, Wali Nanggroe dinilai harus memahami agama.

"Tidak ada dalam Kitab seorang Wali Nanggroe itu harus khutbah. Seperti memandikan mayat, kita tahu cara memandikannya tetapi itu bukan urusan kita, ada tengku tengku. Begitu juga dengan Wali Nanggroe, dia dibelakangnya ulama," katanya.

Apa Karya menilai kinerja Wali Nanggroe Aceh saat ini tidak bermanfaat sama sekali bagi masyarakat Aceh dalam tahun kepemimpinan Malik Mahmud.

"Lima tahun sudah apa yang ada, non sen saya bilang, saya paling kecewa terhadap ini karena ini kepentingan Aceh," katanya kepada wartawan usai diskusi.

Saat ditanya solusi terkait lembaga Wali Nanggroe saat ini, Apa Karya mengatakan segala sesuatu harus diserahkan kepada ahlinya untuk diperbaiki.

"Karena penyakitnya sudah lama, bawa ke dokter, kalau dibilang sama dokter sakitnya karena bengkak jantung dan harus dipotong maka potonglah. Kalau kita tinggal lagi bisa mati orang, begitu juga dengan Wali Nanggroe," katanya.

Komentar

Loading...