Unduh Aplikasi

Apa Karya: Isu Senjata Ilegal Soenarko Jangan Mengarah ke GAM

Apa Karya: Isu Senjata Ilegal Soenarko Jangan Mengarah ke GAM
Foto: Antara

BANDA ACEH - Mantan Menteri Pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Zakaria Saman atau yang akrab disapa Apa Karya ikut mengomentari kabar adanya dugaan penyelendupan senjata dari Aceh oleh eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko, seperti yang disebutkan Menko Polhukam, Wiranto.

Menanggapi pernyataan Wiranto, terkait penangkapan Purn Soenarko atas dugaan penyelundupan senjata ilegal dari Aceh. Apa Karya menyampaikan bahwa peredaran senjata di Aceh saat ini bukan dari mantan kombatan GAM, melainkan oleh para sindikat jaringan narkoba yang masuk ke Aceh.

“Di Aceh senjata memang banyak beredar, tapi peredaran itu dimasukkan oleh para pengedar sabu. Jika ada sabu yang masuk ke Aceh pasti ada senjata, itu melindungi diri mereka sendiri,” ujar Apa Karya, saat dihubungi wartawan, Rabu (22/5).

Apa Karya menegaskan, pasca damai dan hingga saat ini, eks kombatan GAM tidak memiliki lagi senjata api, apalagi menyimpannya.

“Kalau GAM tidak lagi memiliki senjata, semua telah diserahkan dan dipotong,” tandasnya.

Apa berharap, isu senjata gelap tersebut tidak mengarah ke GAM atau sisa senjata masa konflik lalu. Disisi lain Apa Karya mengaku kenal dengan Soenarko dan pernah menjalin komunikasi.

“Atas kejadian ini saya berharap tidak memandang jabatan, siapa yang melanggar aturan periksa tanyakan dari mana senjata itu, jangan Gam-Gam saja, seakan-akan mereka penjual senjata,” tutur Apa.

Sebelumnya, Eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata api ilegal. Soenarko ditahan di Rutan Militer Guntur.

Wiranto mengatakan, Soenarko ditangkap karena berpotensi mengancam keamanan nasional. Ia menegaskan, bahwa siapapun tidak diperbolehkan memiliki senjata ilegal.

Kata Wiranto, penangkapan Soenarko berkaitan dengan pernyataan yang pernah dilontarkannya. Selain itu, Soenarko diduga menyelundupkan senjata dari Aceh.

Komentar

Loading...