Unduh Aplikasi

Antropolog: Pemerintah Harus Mampu Deteksi Dini KKB di Aceh

Antropolog: Pemerintah Harus Mampu Deteksi Dini KKB di Aceh
Teuku Kemal Fasya. Foto: BBC

LHOKSEUMAWE – Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh, Teuku Kemal Fasya mengatakan,Pemerintah melalui intansi terkait harus mampu melakukan deteksi dini dan mengantisipasi munculnya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Provinsi Aceh sehingga dalam penanganannya tidak memakan korban jiwa.

“Situasi yang terjadi di Aceh Timur itu sangat memperinhatinkan, sudah 14 tahun Perdamaian Aceh, ternyata masih ada kondisi kerawanan untuk kepemilikan senjata api illegal oleh kelompok masyarakat,” kata Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh, Teuku Kemal Fasya, Senin (29/4).

Baca: Polisi Terlibat Kontak Tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata di Aceh Timur

Sambungnya lagi, yang terpenting untuk ke depan harus ada tindakan preventif untuk mencegah agar kejahatan yang dilakukan kelompok KKB agar bisa dihindari tindakan represif dari aparat kemanan.

“Kelompok ini tidak bisa dianggap sebagai kelompok ideologis atau tambuk kriminal. Karena mereka tidak jelas menuntut apa. Apalagi mengingat kabupaten Aceh Timur sangat banyak kriminalitas yang terjadi sehingga polisi harus bersikap tegas, dan pimpinan KKB harus dan terpaksa dilumpukan,” ungkapnya.

“Yang harus dipikirkan sekarang, bagaimana cara untuk mengantisipasi dan mendeteksi dini tentang adanya intimidasi yang menggunakan senjata api, sehingga pengamannya lebih efektif dan tidak menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

Baca: Al-Chaidar: Kontak Tembak di Aceh Timur Tak Berkaitan dengan Terorisme

Menurut Kemal, dimana-mana kriminalitas itu terjadi karena kesejahteraan masyarakat kampung setempat tidak terwujud. Padahal alokasi dana untuk Aceh sendiri sangat banyak namun tidak mampu mensejahterakan masyarakatnya.

“Apalagi Kabupaten Aceh Timur, merupakan daerah yang termasuk miskin di Aceh. Nah, di dalam suatu kemiskinan bisa saja terjadi. Seandainya janji-janaji politik yang pernah disampaikan itu diwujudkan, maka hal ini akan terhindari.

Karena sekarang kita lihat, masyarakat belum mendapatkan kesejahteraan, dan saat ini kesejahteraan itu hanya dirasakan oleh orang-orang elit, makanya kriminalitas semakin buron,” pungkasnya.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...