Unduh Aplikasi

Antisipasi Teror, Polisi Tingkatkan Pengamanan Rumah Ibadah Non-Muslim

Antisipasi Teror, Polisi Tingkatkan Pengamanan Rumah Ibadah Non-Muslim
Petugas polisi memeriksa Gereja HKBP di Lhokseumawe. Foto: Safrizal

LHOKSEUMAWE - Dalam mengantisipasi teror bom yang kian marak dilakukan oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab, jajaran pihak Kepolisian Resor Lhokseumawe memperketat pengamanan rumah ibadah nonmuslim untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah- tengah masyarakat.

“Personil akan terus melakukan patroli setiap waktu terhadap rumah ibadah nonmuslim di kawasan Lhokseumawe. Ini untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah- tengah masyarakat,” kata Kepala Satuan Sabhara Kepolisian Resor Lhokseumawe AKP Fazli, Rabu (9/11).

Sepanjang Ahad dan Senin, kawasan utara Aceh dikejutkan dengan teror di dua rumah ibadah di Bireuen dan Lhokseumawe. Di Bireuen, sebuah benda diduga bom diletakkan di pintu masuk Gereja Methodis Indonesia (GMI) Bireuen, Senin lalu.

Baca: Benda Diduga Bom Diletakkan di Pintu Masuk Gereja Methodis Bireun

Sehari sebelumnya, sebuah batu bata berbungkus kertas koran dengan lilitan kabel di bagian atas diletakkan di depan gerbang wihara di Lhokseumawe.

Baca: Dugaan Bom di Wihara, Ini Kata Kapolres Lhokseumawe

Kepala Polres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman mengatakan kepolisian akan menyelidiki hingga tuntas asal benda tersebut. “Kita tentu tak ingin ada orang yang mencoba mengacaukan situasi keamanan Lhokseumawe yang kondusif. Kepolisian akan mengusut pembuat benda itu dan menemukannya,” kata Hendri.

Komentar

Loading...