Unduh Aplikasi

Antara Etika dan Aturan di Jalan Raya

Antara Etika dan Aturan di Jalan Raya
Ilustrasi: stocksy.

KEPOLISIAN dan Dinas Perhubungan di daerah seharusnya bekerja lebih serius untuk mencegah kematian sia-sia di jalan. Terutama akibat kelalaian sopir yang memarkirkan kendaraan di pinggir jalan atau warga yang meletakkan material di bahu dan badan jalan.

Di sepanjang jalan, dari Banda Aceh ke perbatasan Aceh Tamiang-Sumatera Utara, atau di jalan nasional Barat-Selatan dan lintas tengah, hal-hal itu bukan pemandangan yang asing. Para pengemudi yang sering melintas, tentu hapal dengan jalan yang biasa dijadikan tempat parkir kendaraan-kendaraan berkuran besar, terutama truk barang. 

Namun bagi mereka yang tidak biasa, tentu hal ini sangat berbahaya. Karena penyempitan jalan ini rawan menimbulkan tabrakan. Entah si pengemudi menabrak truk yang terparkir di pinggir jalan atau menabrak kendaraan yang datang dari arah berlawanan karena berusaha menghindari truk yang terparkir itu. 

Memarkirkan kendaraan itu bukan sekadar urusan aturan. Memang banyak jalan-jalan yang tidak dipancangi rambu larangan parkir. Namun bukan berarti pemilik atau pengemudi dapat seenaknya memarkirkan kendaraan. 

Karena parkir juga urusan etika. Di jalan-jalan dalam kota, misalnya, ada saja pemilik kendaraan pribadi yang meletakkan kendaraannya hingga menutupi setengah lajur kendaraan, dan membuat kemacetan, hanya karena ingin membeli jajanan di pinggir jalan atau karena malas mencari lokasi yang pantas karena jauh dari tempat tujuan. 

Saat seseorang memutuskan untuk menggunakan kendaraan bermotor, ataupun bersepeda, itu juga terkait dengan empati. Seseorang yang memiliki otak dan hati seharusnya memastikan kendaraannya tidak mengganggu pengguna jalan lain. 

Di jalan-jalan nasional, praktik ini lebih parah lagi. Bahkan tak jarang ketidakpedulian dalam menentukan titik parkir menyebabkan nyawa melayang atau membuat orang lain mengalami luka serius. 

Karena itu, polisi dan pegawai dinas perhubungan harus memberikan memberikan sanksi atau minimal mengingatkan pengemudi yang memarkirkan kendaraan mereka sembarangan. Mungkin kendaraan itu milik pribadi, tapi jalanan adalah milik publik. Jadi, belajarlah menghargai hak orang lain.

Komentar

Loading...