Unduh Aplikasi

Angka Kemiskinan di Banda Aceh 6,78 Persen

Angka Kemiskinan di Banda Aceh 6,78 Persen
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Program Wali Kota Menjawab kembali digelar, Selasa (26/3). Pada edisi Maret kali ini, program ini mengusung tema ‘Peran perbankan dalam pengentasan kemiskinan di Banda Aceh’.

Selain Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, hadir sejumlah narasumber para pimpinan Bank yang beroperasi di Banda Aceh, yakni Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Teuku Munandar, Area Head Bank Mandiri Aceh, Andri Antoni, Asisten Vice Preaident Bisnis Kecil Kemitraan dan Inkubasi Kanwil BRI, Irwan, Pimpinan Kantor BNI Banda Aceh, Amri Hidayat Arief dan Corporate Secretary Bank Aceh, Amal Hasan.

Dalam program yang disiarkan live 10 stasiun radio ini, Aminullah mengungkapkan saat ini peran perbankan dalam menekan angka kemiskinan di Banda Aceh sangat penting.

Dari kerjasama yang dilakukan dengan Pemko Banda Aceh dalam dua tahun terakhir ini menunjukkan penurunan angka kemiskinan yang sangat signifikan.

“Saat ini kemiskinan di Banda Aceh berada di angka 6,78 persen dari tahun sebelumnya pada angka 7,44 persen,” ungkap Aminullah.

Angka ini berbanding lurus dengan angka pengangguran yang saat ini berada di angka 7,29 persen. Menurun jauh dari tahun 2016 yang berada di angka 12 persen.

Menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran ini, lanjut Aminullah tidak terlepas dari kolaborasi antara Pemko Banda Aceh dan pihak perbankan yang selama ini telah terbangun dengan baik.

Namun, penurunan angka kemiskinan ini belum membuat seorang Aminullah puas. Dirinya memiliki target menurunkan angka kemiskinan di Banda Aceh hingga berada dibawah angka 3 persen.

“6,78 persen ini bagi Saya masih tinggi, kita ingin menurunkan hingga dibawah 3 persen. Karenanya, Saya mengajak perbankan terus berkontribusi,” ajak Aminullah yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh ini.

Kata Aminullah, kalau kerjasama dengan pihak perbankan dan stakeholder lainnya terus berjalan maksimal, dirinya sangat optimis target tersebut tercapai. Mendorong perbankan terus memberikan bimbingan kepada UMKM dan usaha kecil lainnya serta memberikan pembiayaan produktif menjadi salah satu strategi yang tepat.

Hal ini telah dilakukan Pemko Banda Aceh melalui lembaga keuangan mikro syariah. Ribuan masyarakat kalangan bawah yang memiliki usaha kecil telah mendapatkan modal usaha dari lembaga yang dibentuk Pemko, Mahirah Muamalah Syariah (MMS).

Ajakan Wali Kota mendapat sambutan positif Teuku Munandar, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh. Teuku Munandar menyampaikan perbankan sebagai lembaga keuangan memiliki kewajiban mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan.

Karenanya, perbankan juga memiliki program program dalam memberikan kemudahan akses pembiyaan kepada masyarakat, seperti UMKM.

“BI juga telah mewajibkan seluruh Bank menyalurkan kreditnya 20 persen untuk UMKM,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Teuku Munandar mengapresasi kinerja Pemko dibawah komando Amin-Zainal yang telah mampu menekan angka kemiskinan di Banda Aceh.

“Dari data kami, ada pertumbuhan ekonomi di Banda Aceh tahun 2017 yakni 3,04 persen. Kemudian tahun 2018 kemarin juga meningkat, ini tidak terlepas dari kegigihan Pak Wali Kota dan jajarannya,” ujar Teuku Munandar.

Komentar

Loading...