Unduh Aplikasi

Angin Puting Beliung dan Petir Masih Berpotensi hingga Agustus

Angin Puting Beliung dan Petir Masih Berpotensi hingga Agustus
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh memprediksikan potensi angina puting beliung dan petir masih berpotensi terjadi hingga bulan Agustus 2019 mendatang dienam kabupaten dan kota wilayah hukum setempat.

“Angin puting beliung merupakan angin kencang. Akan tetapi angin kencang belum tentu angin puting beliung, tergantung kecepatan angin yang menyertai dan waktu kecepatan angin sangat singkat, setelah itu diikuti angin kencang yang berangsur melemah kecepatannya,” kata
Kepala BMKG Malikussaleh Lhokseumawe, nasrol, Jumat (12/7).

Sambungnya lagi, angin tersebut biasanya terjadi pada saat musim panca roba, baik itu peralihan dari musim penghujan ke kemarau atau bahkan sebaliknya. Dan angin puting beliung kerap kali terjadi pada siang dan sore hari dan jarang terjadi pada malam hari.

“Biasanya angin ini terdeteksi 30 menit atau satu jam sebelum kejadian. Biasanya daerah angin tersebut tumbuh di darat, namun bila terjadi di laut namanya water spout,” ungkapnya.

Sementara, proses terjadinya hanya karena tumbuhnya awan Cumulunimbus (CB). Dan lama waktu kejadian sekitar tiga hingga lima menit, sementara jangkauan daerah yang rusak sekitar lima hingga 10 kilometer.

“Satu hari sebelum terjadinya angin puting beliung biasanya udara pada malam dan pagi hari akan terasa panas, pengap dan sumu, dan sekitar pukul 10.00 WIB, awan CB itu akan menjulang tinggi seperti bunga kol dan berubah warna dari abu-abu menjadi hitam gelap, dan udara akan terasa dingin sekitaran kita beridiri,” jelasnya.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan hati-hati ketika melihat tanda-tanda di atas mulai terjadi di daerah sekitar.

"Jangan berada di bawa pohon, juga di lapangan terbuka, berdirilah di lokasi yang ada penahannya," ujarnya.

Komentar

Loading...