Unduh Aplikasi

Anggita, Bekas Bendahara UPK Simeulue Tengah Divonis Empat Tahun Penjara

Anggita, Bekas Bendahara UPK Simeulue Tengah Divonis Empat Tahun Penjara
BANDA ACEH - Bekas Bendahara Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (PNPM-P), Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue, Anggita Nauli divonis empat tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Jumat (5/8) kemarin.

Majelis Hakim memidana Anggita karena terbukti bersalah dalam kasus dugaan korupsi dana PNPM Simeulue Tengah tahun 2008-2012 dengan kerugian negara Rp 1,2 miliar.

Selain pidana empat tahun penjara, Anggita juga didenda Rp 250 juta subsidair satu bulan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ade Putra R, mengatakan putusan ini lebih ringan dari tuntutan, yakni enam tahun enam bulan dan denda Rp 250 juta, serta uang pengganti sebesar Rp 1,057 miliar.

Dengan ketentuan apabila setelah satu bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap terdakwa tidak membayar uang pengganti, maka harta benda milik terdakwa disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka diganti dengan pidana penjara selama delapan bulan.

Atas putusan tersebut, terpidana dan JPU masih pikir-pikir apakah akan melakukan banding atau menerima putusan.

Sebelumnya, Majelis Hakim juga telah menghukum Ketua UPK Kecamatan Simeulue Tengah, Helman Amin, selama empat tahun penjara. Helman dan Anggita dijerat dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tidak Pidana Korupsi.

Komentar

Loading...