Unduh Aplikasi

Anggaran PKA VII Diperkirakan Capai Rp 70 Miliar

Anggaran PKA VII Diperkirakan Capai Rp 70 Miliar
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII akan digelar pada 5-15 Agustus 2018 di Taman Sulthanah (Ratu) Safiatuddin Banda Aceh. Untuk menyukseskan acara tersebut, pemerintah memperkirakan bakal menggelontorkan dana sebesar Rp 70 miliar.

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, untuk menyukseskan PKA ke VII 2018 ini, Pemerintah Aceh telah mempersiapkan dana sebesar Rp 22 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2017 dan 2018.

"Rp 22 miliar kami sudah anggarkan di APBA sejak 2017-2018," kata Nova Iriansyah saat menggelar jumpa pers di meseum rumoh Aceh, Minggu (3/5).

Selain Rp 22 miliar dari provinsi, kata Nova, pemerintah 23 kabupaten/kota Se-Aceh juga akan menganggarkan biaya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) masing-masing untuk menyukseskan PKA ke VII tersebut. Dengan perkiraan anggaran mencapai Rp Rp 50 miliar secara keseluruhannya.

"Tapi anggaran total di kabupaten/kota juga APBK kan menganggarkan, kalau saya estimasi paling tidak ada sekitar Rp 50 miliar di 23 kabupaten/kota, plus Rp 22 miliar di provinsi, jadi sekitar Rp 70 miliar," ujarnya.

Nova menyampaikan, anggaran tersebut semuanya akan digunakan untuk menunjang seluruh kegiatan atau aktivitas sesuai dengan yang sudah tertera dalam tujuh kegiatan utama pada PKA ke VII tersebut.

"Ini yang kemudian digunakan untuk menunjang semua aktivitas tujuh sub even yang akan kami laksanakan di PKA nanti," tuturnya.

Nova menjelaskan, hal yang akan didapatkan dari even seperti PKA ini adalah benefit bukan profit. Bahkan dia memperkirakan jika ada 10 ribu orang dari 30 ribu tamu dengan rata-rata belanja per orang dalam sehari sampai Rp 1 hingga Rp 2 juta, maka dana Rp 22 miliar itu dipastikan kembali beredar di Aceh.

"Jika dikali Rp 1,5 juta saja per hari, dikali 10 hari, Rp 22 miliar itu sudah kembali, tapi kembalinya tidak ke kas Pemerintah Aceh, kembalinya beredar dan bergeliat di ekonomi rakyat," pungkas Nova Iriansyah.

Nova juga menuturkan, manfaat yang paling besar didapatkan adalah dari sisi outcam-nya, bukan output, dimana bisa membangkitkan ekonomi kreatif, ekonomi yang memproduksi kuliner, karena dalam rangkaian PKA ini juga dimasukkan adanya kegiatan lomba kuliner.

Komentar

Loading...