Unduh Aplikasi

Anggaran Festival Kopi Banda Aceh Rp 400 Juta

Anggaran Festival Kopi Banda Aceh Rp 400 Juta
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyaring kopi usai membuka acara Banda Aceh Coffee Festival 2018, di Taman Sari, Banda Aceh, Sabtu (15/12) sore. Foto: AJNN.Net/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Kota Banda Aceh kembali menggelar Festival Kopi. Kegiatan yang sudah menjadi agenda tahunan itu bertujuan untuk mempromosikan kopi sehingga bisa mendatangkan wisatawan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu, menyuguhkan beragam kopi dari berbagai kedai kopi di Aceh.

Kegiatan itu resmi dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Sabtu (15/12) kemarin, di Taman Sari. Event Banda Aceh Coffee Festival 2018 itu berlangsung sampai Senin, (17/12). Aminullah Usman membuka kegiatan itu dengan menabuh rapai bersama Wakil Wali Kota Banda Aceh, Kapolresta Banda Aceh, Kadis Pariwisata Banda Aceh, dan Istri Gubernur Aceh nonaktif, Darwarti A Gani.

Kepala Dinas Pariwisata Banda Aceh, M Rizha, mengatakan kegiatan tersebut akan terus menerus digelar dengan tujuan untuk mempromosikan kopi Aceh. Dalam kegiatan itu juga ada edukasi terhadap pelaku kopi bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada setia tamu dan pelanggan.

"Dengan kegiatan seperti ini, wisatawan akan mengenal bagaimana enaknya kopi di Aceh," kata M Rizha kepada AJNN, Minggu (16/12).

Ia mengungkapkan kegiatan tersebut menghabiskan anggaran lebih kurang mencapai Rp 400 juta. Anggaran tersebut hampir setiap tahun dianggarkan untuk kegiatan festival kopi ini.

"Dan setiap tahun memang ada anggaran khusus untuk kegiatan ini, kami ingin terus menerus mempromosikan kopi Aceh," katanya.

AJNN melakukan penulusuran di LPSE Banda Aceh untuk mencari paket Banda Aceh Coffee Festival 2018, yang anggaranya berada di bawah Dinas Pariwisata Banda Aceh. Namun nama paket yang dimaksud belum muncul di LPSE, yang muncul adalah paket kegiatan Banda Aceh Coffee Festival 2017 dengan anggaran mencapai Rp 450 juta, dan dimenangkan oleh CV Dunia Berkat Sejahtera.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dalam sambutannya bertekad untuk membawa kopi Aceh naik level, dari ikon nasional menjadi ikon dunia.

“Mari bersama kita promosikan kopi Aceh sebagai salah satu kopi ternikmat di dunia baik dari sisi aroma maupun cita rasanya. Kopi Aceh harus bisa naik level, dari ikon nasional menjadi ikon dunia,” kata Aminullah.

Di awal sambutan, wali kota menceritakan sekilas mengenai sejarah kopi hingga masuk dan menjadi komoditi andalan Aceh.

“Asal mulanya kopi dari kawasan Ethopia pada abad ke-9. Lalu terus berkembang hingga ke Arab dan Afrika Utara. Dari sana baru masuk ke Asia dan Eropa. Ke Indonesia sendiri tepatnya di Batavia, kopi dikenal sekitar tahun 1696. Baru kemudian masuk ke Aceh pada 1908 dan dikembangkan di daerah Gayo dengan jenis kopi Arabika. Selanjutnya jenis Robusta ditanam di daerah pesisir atau dataran yang lebih rendah. Jadi, kenikmatan cita rasa kopi ini sudah dikenal sejak berabad-abad lampau,” ungkapnya.

Menurut Aminullah, kopi kini telah menjelma menjadi sumber ekonomi rakyat yang menjanjikan.

“Dengan kopi kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan mulai dari kemiskinan hingga pengangguran. Banda Aceh terkenal dengan sebutan Kota 1001 Warkop dan jika satu warkop saja memperkerjakan 10 orang, maka sudah 10 ribu tenaga kerja yang terserap. Kebun kopi terluas boleh ada di wilayah tengah dan barat Aceh, tapi warga Banda Aceh harus bisa kaya dengan kopi karena pusat industri kopi; perdagangan, pemasaran, dan promosinya ada di Banda Aceh,” kata Aminullah.

Selain itu, ia juga menambahkan, Banda Aceh juga baru saja dinobatkan sebagai Pesona Wisata Halal Terpopuler di Indonesia.

“Ini tentu menambah nilai tawar Banda Aceh di bidang pariwisata. Jadi selain banyak aktivitas keagamaan, objek wisata islami, kuliner halal, lalu ada kopi lagi yang akan semakin menarik minat wisatawan untuk datang ke kota kita," jelasnya.

Aminullah juga meminta pengusaha hotel untuk ikut mempromosikan Kopi Aceh kepada setiap tamunya.

“Bukan hanya kopi, tapi juga promosikan produk-produk para perajin kita. Tugas saya untuk mendatangkan tamu sebanyak-banykanya agar hotel penuh semua,” ujarnya.

Wali kota meyakini, semakin banyak wisatawan yang berkunjung maka akan semakin meningkat perekonomian suatu daerah.

“Tahun ini kita targetkan 500 ribu kunjungan wisatawan dari sebelumnya 300-an ribu. Dan tahun depan harus bisa mencapai angka satu juta. Untuk itu, saya mengajak seluruh warga kota untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu atau wisatawan yang datang ke Banda Aceh. Kebersihan kota juga mari kita jaga bersama karena menjadi faktor penting untuk semakin menarik minat wisatawan,” katanya.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...