Unduh Aplikasi

Andi Arief dan Nezar Patria di Mata Ahmad Yulden Erwin

Andi Arief dan Nezar Patria di Mata Ahmad Yulden Erwin
Andi Arief. Foto: alinea.id

JAKARTA -Mantan Konsulat GeRAK Indonesia, Ahmad Yulden Erwin mengungkapkan kekagumannya kepada dua aktivis Indonesia, Andi Arief dan Nezar Patria melalui laman facebooknya.

"Tak ada aktivis di Indonesia yang saya kagumi selain dua orang yaitu Andi Arief dan Nezar Patria. Keduanya pernah menulis satu buku yang saya baca dan saya kagumi sejak saya masih mahasiswa dulu, judul buku itu masih saya ingat yaitu Antonio Gramsci: Negara dan Hegemoni," tulisnya.

Ditulis Erwin, tahun 1998 dan sebelumnya keduanya menjadi aktivis yang berani melawan Rezim Soeharto. Akibatnya, Andi Arief pun diculik oleh Tim Mawar. Ayah Andi Arief, K.H. Arief Mahya, mencari keberadaan anaknya yang hilang diculik itu. K.H. Arief Mahya cukup dekat dengan Gus Dur, sehingga ia pun menelepon Gus Dur untuk mengetahui keberadaan anaknya. Beruntung Andi Arief bisa ditemukan lagi dan masih hidup.

Baca: Catatan Seorang Kawan

"Saya dengar Andi Arief disiksa sangat keji ketika diculik oleh Tim Mawar, tetapi tak perlu saya ceritakan.Saya tidak terlalu dekat dengan Andi Arief, beda dengan Nezar Patria (yang menjadi penyair dan menulis puisi dengan komposisi puitik yang sangat bagus) saya cukup akrab dengan Nezar Patria, meski hanya di FB. Walau saya akui Andi Arief adalah orang yang menginspirasi saya karena keberaniannya dalam melawan rezim korup Soeharto sehingga saya nekat membentuk Komite Anti Korupsi Lampung tahun 1998 bersama dengan kawan-kawan saya," katanya.

Erwin mengisahkan, pada suatu Jumat dulu di Bandarlampung, dirinya pernah bertemu Andi Arief saat Salat Jumat. Keduanya sama-sama kaget karena bisa bertemu saat shalat Jumat. Erwin mengira Andi Arief ateis dan komunis tulen. Mungkin begitu juga Andi mengira Erwin saat itu.

"Tak lama kemudian ia mulai mengoceh sambil duduk, karena yang jadi khatib di masjid itu adalah satu anggota DPRD Provinsi Lampung yang terkenal korup. Saya cuma geleng-geleng kepala melihat Andi Arief mengoceh di dalam masjid saat khatib sedang berkhotbah, tapi ocehannya memang benar dan saya masih tetap mengaguminya," tulisnya.

Baca: AHY: Apa Yang Menimpa Andi Arief Bisa Terjadi Pada Siapa Saja

Beberapa hari lalu Erwin mengaku terkejut dan sangat sedih mengetahui bahwa Andi Arief ditangkap polisi karena kasus narkoba. Semoga Andi Arief, bisa segera sembuh dari narkoba dan kasus hukumnya ditangani dengan adil.

"Meski saya berbeda pandangan dan pilihan politik dalam pilpres, tapi itu bukanlah alasan untuk memutuskan pertemanan. Saya tahu Andi Arief adalah seorang politisi yang bervisi sangat luas. Hanya saja praksis politik di ibukota saat ini memang gampang buat stress, karena sudah 'gila-gilaan'. Semoga ia mampu bangkit kembali. Amin," tulisnya.

Di akhir tulisannya Erwin menyebutkan Andi Arief menitipkan pesan minta maaf kepada publik ketika ditemui seorang jurnalis di Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Komentar

Loading...