Unduh Aplikasi

Ancam Parangi Keuchik, Pemuda Gampong Trieng Pantang Dipolisikan

Ancam Parangi Keuchik, Pemuda Gampong Trieng Pantang Dipolisikan
Jendela rumah Keuchik Gampong Trieng Pantang, Hasanuddin rusak karena dilempar terduga pelaku Az.

ACEH UTARA - Tak pernah terpikirkan oleh Keuchik Gampong Trieng Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Hasanuddin, jika rumah yang ditempatinya bersama keluarga akan dirusak dan bahkan diancam bunuh dengan sebilah parang oleh pemuda kampungnya.

Beruntung, kala preman gampong tersebut mengamuk, Keuchik Hasanuddin sedang tidak berada di rumah.

"Entah persoalan apa, tiba- tiba pemuda Az datang merusak rumah saya serta mengancam akan membunuh saya dengan parang," kata Hasanuddin, Rabu (30/10).

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (29/10) siang. Saat kejadian Keuchik Hasanuddin mengaku sedang tidak berada dirumah.

"Waktu itu saya tidak ada di rumah. Kebetulan saya sedang mengikuti kegiatan sosialisasi produk halal bersama MPU Aceh Utara di Lhoksukon," kata Hasanuddin.

Dia menyebutkan, pengerusakan rumah dan ancaman yang dialamatkan kepadanya diketahui setelah ia dihubungi adiknya Maulida.

Mendapat kabar itu, Hasanuddin langsung beranjak dan bergegas pulang kerumah.

Menurutnya, ketika Az datang merusak rumahnya dengan lemparan batu, di dalam rumah hanya ada adiknya Maulida serta sang ibu Aisyah.

"Setiba di rumah saya melihat kosen jendela sudah rusak dengan kondisi kaca berserakan," sebutnya.

Hasanuddin mengaku selama ini dirinya tidak pernah ada masalah apapun dengan pelaku. Malah dia mengaku jarang bertemu dan berkomunikasi dengan Az.

Selanjutnya setelah melakukan musyawarah bersama keluarga. Hasanuddin langsung membuat laporan ke polisi erkait pengerusakan dan ancaman itu.

Saat dimintai keterangan oleh Polisi, Aisyah ibunda Hasanuddin mengaku saat kejadian dirinya sedang tidur di dalam kamar.

Sekira pukul 12.15 WIB, Aisyah mendengar suara pecahan kaca dari luar rumah. Spontan saja Aisyah terbangun dan beranjak keluar rumah.

"Saat itu saya melihat pelaku Az memegang parang. Kemudian saya tanya kepada dia, kenapa dia memecahkan jendela rumah," kata Aisyah saat diruang SPKT.

Namun menurut Aisyah, pelaku bukannya menjawab pertanyaannya. Malah dengan nada tinggi Az menanyakan keberadaan Hasanuddin.

"Mana anakmu Hasanuddin, saya mau bunuh dia. Sembari mengacungkan parang di genggamanya," timpal Aisyah.

Aisyah menambahkan, keluarganya tidak menerima atas tindakan pelaku. Keluarganya berharap agar pihak kepolisian segera mengambil tindakan.

"Pelaku tidak hanya mengancam akan membunuh saya, namun dia mengancam akan menghabisi Hasanuddin anak saya," tuturnya.

Menurut informasi, kejadian pengerusakan dan ancaman yang dilakukan terduga Az erat kaitannya dengan masalah alokasi dana desa.

Sejauh ini belum ada keterangan secara resmi dari pihak kepolisian. Menurut polisi kasus tersebut masih dalam tahapan mengumpulkan keterangan, saksi dan bukti. Namun begitu pihaknya membenarkan sudah mendapat laporan tersebut.

Komentar

Loading...