Unduh Aplikasi

KEUCHIK DIDUGA TERIMA DANA PKH

Anak Keuchik Keude Panteraja: Kami Tak Masalah Dicoret atau Tidak

Anak Keuchik Keude Panteraja: Kami Tak Masalah Dicoret atau Tidak
Tgk Mahfud. For AJNN

PIDIE JAYA - Tgk Mahfud, anak Keuchik Keude Panteraja M Diah tidak mempermasalahkan kalau orang tuanya (ibunya) dicoret dari Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH).

Hal itu dikatakan Tgk Mahfud kepada AJNN melalui sambungan seluler, Selasa (16/6) menanggapi berita Keuchik Keude Panteraja diduga terima bantuan PKH.

"Bagi kami tidak masalah orang tua (ibu) kami dicoret sebagai penerima PKH," kata Tgk Mahfud yang saat ini masih menempuh pendidikan Islam di Dayah Mudi Mesra Samalanga.

Diakui, ibunya adalah KPM PKH di Gampong Keude Panteraja, semenjak bantuan kepada fakir miskin itu lahir sejak tahun 2012.

"Yang mendapat PKH untuk keluarga kami itu atas nama ibu saya, saat pertama kami terima PKH, kami memang keluarga tidak mampu, karena sebelum ibu saya menikah dengan ayah tiri saya (Keuchik Keude Panteraja saat ini) ibu saya adalah seorang janda, dan saat itu dua adik saya masih dalam pendidikan," jelasnya.

Baca: Keuchik Keude Panteraja Diduga Terima Dana PKH

Tgk Mafud menambahkan, ibunya memang orang yang kurang mengerti tentang bantuan tersebut. Bahkan, ibunya pernah membagikan bantuan PKH jatahnya itu untuk keluarga yang lebih membutuhkan.

"Kami memang keluarga penerima bantuan PKH, tetapi jauh sebelum ayah saya (ayah tiri) menjadi keuchik. Dan bagi kami tidak menjadi satu patokan diberi atau tidak bantuan (PKH) itu," imbuh Tgk Mahfud.

Untuk diketahui, yang menentukan KPM PKH itu adalah Pemerintah Pusat sendiri, pendamping PKH di daerah hanya memverifikasi dan melapor kembali berdasarkan data yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.

"Jadi yang menentukan penerima PKH itu dari pusat," kata Kabid Limjamsos Dinsos Pidie Jaya, Muhammad.

Sementara pemutakhiran data dilakukan setiap semester, atau setahun dua kali.

Komentar

Loading...